
Kota Jambi – Senin pagi di MAN 2 Kota Jambi selalu diawali dengan upacara bendera yang berlangsung khidmat. Namun, ada pemandangan menarik yang terlihat di sudut lapangan. Sekelompok siswa tampak berdiri di barisan terpisah—mereka adalah siswa yang datang terlambat. Bukan berarti mereka bebas dari kewajiban, justru mereka tetap diwajibkan mengikuti upacara dengan konsekuensi khusus.
"Kami ingin menanamkan disiplin kepada siswa, bukan sekadar memberi hukuman. Mereka yang terlambat tetap harus mengikuti upacara, tapi dengan cara yang berbeda, yaitu berdiri di barisan khusus," ujar Hartono, staf Kesiswaan MAN 2 Kota Jambi.
Kebijakan ini bukan untuk mempermalukan, melainkan sebagai bentuk edukasi agar siswa lebih menghargai waktu dan memahami pentingnya kedisiplinan. Dengan adanya barisan khusus ini, mereka tetap bisa mengikuti jalannya upacara sekaligus mendapatkan pembinaan dari tim kesiswaan.
Setelah upacara selesai, tim kesiswaan biasanya memberikan arahan tambahan kepada siswa yang terlambat. Mereka diajak berdiskusi tentang pentingnya datang tepat waktu dan dampak dari keterlambatan, baik dalam kehidupan sekolah maupun di masa depan.
"Saya sih sebenarnya malu juga berdiri di barisan khusus ini, tapi ya memang salah saya sendiri karena datang telat," ujar salah satu siswa. "Jadi pelajaran deh buat minggu depan, harus lebih pagi berangkat ke madrasah."
Kebijakan ini mendapat respons beragam dari siswa. Ada yang merasa malu, ada juga yang menganggapnya sebagai motivasi untuk lebih disiplin. Namun satu hal yang pasti, MAN 2 Kota Jambi ingin membentuk karakter siswa yang bertanggung jawab dan tidak menyepelekan waktu.
Tim Kesiswaan berharap langkah ini bisa menjadi pengingat bahwa disiplin bukan hanya soal aturan, tapi juga kebiasaan yang akan bermanfaat seumur hidup. Jadi, buat yang masih sering terlambat, siap-siap saja masuk "barisan spesial" minggu depan!. (AA-Humas)
|
288x
Dibaca |
Untuk Wilayah Kota Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...