
Jambi – Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, masyarakat Jambi memiliki tradisi yang kental dengan nuansa kebersamaan dan spiritualitas. Salah satunya adalah doa bersama, yang biasa digelar di rumah, masjid, atau lembaga pendidikan. Tradisi ini bukan sekadar seremoni, tetapi juga bentuk syukur dan harapan agar Ramadhan tahun ini membawa keberkahan.
Tak ingin melewatkan momen sakral ini, para guru MAN 2 Kota Jambi berkumpul di Ruang Guru pada Selasa, 25 Februari 2025, untuk menggelar doa bersama. Suasana khidmat terasa sejak pagi, ketika para guru mulai berdatangan dengan wajah penuh kebersamaan. Mereka tidak hanya berdoa untuk kelancaran ibadah di bulan Ramadhan, tetapi juga mengenang dan mendoakan para sesepuh madrasah yang telah berjasa dalam perjalanan pendidikan di MAN 2 Kota Jambi.
Acara ini diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh salah satu guru senior. Dalam suasana yang penuh haru, nama-nama para pendidik terdahulu yang telah berpulang disebut satu per satu dalam lantunan doa, sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi mereka dalam membangun madrasah.
Kepala MAN 2 Kota Jambi, Andi Asfiron, S.Pd.I, M.Pd.I., dalam sambutannya menyampaikan bahwa doa bersama ini adalah bentuk kebersamaan dan penguatan spiritual bagi para pendidik. “Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang refleksi diri, meningkatkan keimanan, dan menjalin hubungan baik, baik dengan Allah maupun sesama manusia. Dengan doa bersama ini, kita berharap Ramadhan tahun ini penuh berkah,†ujarnya.
Tradisi doa bersama ini bukan hanya sekadar rutinitas tahunan, tetapi juga bagian dari budaya di MAN 2 Kota Jambi yang terus dijaga. Harapannya, semangat kebersamaan ini terus terjalin, tidak hanya di bulan Ramadhan, tetapi juga dalam setiap langkah mendidik generasi penerus bangsa.
Dengan doa yang telah dipanjatkan, para guru pun melanjutkan aktivitas mereka dengan hati yang lebih tenang dan siap menyambut Ramadhan dengan penuh keikhlasan. Madrasah pun terasa semakin hangat dengan kebersamaan yang terjalin dalam nuansa spiritual yang mendalam.
Setelah selesai doa, kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah. Para guru menikmati hidangan ringan sambil berbincang santai, mempererat hubungan kekeluargaan di antara mereka. Suasana penuh kehangatan ini menambah makna dari kegiatan doa bersama, menjadikan persiapan menyambut Ramadhan semakin berkesan.(AA-Humas)
|
190x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kota Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...