
JAMBI – Sabrina Permata Ichsan tampak sederhana seperti pelajar lain di MAN 2 Kota Jambi. Namun di balik kesehariannya yang diisi dengan belajar dan berdiskusi di kelas, ia menyimpan tekad kuat untuk menjadikan Bahasa Arab sebagai jalan prestasi sekaligus pintu masa depan.
Bahasa Arab, menurut Sabrina, bukan sekadar mata pelajaran. “Saya senang belajar bahasa, apalagi Bahasa Arab bisa membuka peluang besar untuk masa depan,” ujarnya. Dari minat itu, lahirlah prestasi. Sabrina meraih juara pertama Olimpiade Bahasa Arab tingkat kabupaten dan provinsi, serta masuk lima besar di kelas.
Bagi Sabrina, pencapaian terbesar bukan soal piala, melainkan perjuangan saat lolos seleksi olimpiade tingkat kabupaten. “Itu hasil kerja keras belajar berbulan-bulan,” katanya. Ia tak berhenti di sana. Ke depan, Sabrina ingin mendalami tahfidz. Ia percaya menghafal Al-Qur’an melatih disiplin sekaligus mendukung cita-citanya.
Cita-cita itu terbilang jelas. Lima sampai sepuluh tahun mendatang, Sabrina ingin menjadi dosen sekaligus penulis. Keinginan itu lahir dari motivasi sederhana: membuat orang tua bangga, sekaligus memberi manfaat bagi orang banyak melalui ilmu. “Tidak ada hasil tanpa usaha,” begitu prinsip hidup yang ia pegang teguh.
Namun jalan Sabrina tidak selalu lapang. Tantangan terbesar adalah membagi waktu antara belajar, tugas, dan kegiatan lain. Ia mengakalinya dengan jadwal belajar yang ketat, lalu menegakkan disiplin untuk menjalankannya. Dukungan keluarga dan teman-teman menjadi penguat. Orang tua memberi semangat ketika ia lelah, sementara teman-teman setia menemani belajar bersama menjelang lomba.
Pengalaman paling berkesan adalah ketika mengikuti Olimpiade Bahasa Arab tingkat nasional. Meski tak membawa pulang gelar, ia pulang dengan sesuatu yang lebih berharga: kepercayaan diri. “Jangan takut gagal, karena kegagalan adalah bagian dari proses belajar,” katanya, memberi pesan kepada remaja lain yang ingin berprestasi.
MAN 2 Kota Jambi, tempat ia menimba ilmu, ikut menopang langkahnya. Guru-guru memberi bimbingan tambahan menjelang lomba dan ujian, sementara program literasi serta ekstrakurikuler membuka ruang untuk mengasah bakat.
Di luar sekolah, Sabrina sibuk dengan hobi membaca buku motivasi dan menulis. Ia mengatur waktu dengan disiplin. Tugas sekolah selalu lebih dulu, baru kemudian meluangkan waktu untuk hobi. Dari keseimbangan itu, Sabrina belajar bahwa kunci keberhasilan bukan hanya kerja keras, tetapi juga manajemen diri.
Dari kelas-kelas di MAN 2 Kota Jambi, Sabrina menata mimpinya dengan tenang. Ia percaya, dengan disiplin dan semangat, mimpi itu akan sampai pada waktunya. (HT-Humas)
|
95x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kota Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...