
Jambi – Menindaklanjuti Surat Edaran Gubernur Jambi Nomor 293/SE/GUB/2025 yang mengimbau agar siswa tetap fokus belajar di tengah dinamika aksi unjuk rasa di Provinsi Jambi, MAN 2 Kota Jambi mengambil langkah cepat dengan menerapkan pembelajaran daring mulai Selasa, 2 September 2025.
Wakil Kepala Bidang Kurikulum MAN 2 Kota Jambi menjelaskan bahwa pembelajaran daring ini tetap diatur secara ketat agar proses belajar tidak terganggu. Jadwal pelajaran disusun dengan durasi 30 menit setiap jam, dimulai pukul 08.00 hingga 12.15 WIB, dengan jeda istirahat selama 15 menit pada pukul 10.00.
“Walaupun berlangsung secara online, ritme belajar siswa harus tetap terjaga. Dengan jadwal yang ringkas ini, kami ingin memastikan siswa tetap bisa fokus dan disiplin mengikuti pelajaran,” ujar Waka Kurikulum.
Berbeda dengan siswa, Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) tetap diwajibkan hadir di kampus MAN 2 Kota Jambi. Kehadiran mereka, menurut pihak madrasah, penting untuk menjaga pelayanan pendidikan tetap berjalan, baik dalam urusan administrasi, bimbingan, maupun layanan akademik lainnya.
Kepala MAN 2 Kota Jambi, Andi Asfiron, menegaskan bahwa kebijakan ini bukan hanya soal memindahkan pembelajaran ke ranah digital, melainkan juga bentuk tanggung jawab madrasah dalam mendukung arahan pemerintah provinsi. “Kami ingin menjaga agar siswa tetap fokus belajar dan tidak terprovokasi isu-isu di luar. Dengan sistem daring ini, kami berharap anak-anak tetap semangat, sementara guru tetap bekerja dari sekolah untuk memastikan semua layanan berjalan normal,” katanya.
Surat Edaran Gubernur Jambi sebelumnya memang menekankan agar siswa SMA/SMK/SLB di seluruh provinsi tidak ikut terlibat dalam aksi massa yang berpotensi mengganggu keselamatan dan proses belajar. Gubernur juga meminta orang tua lebih mengawasi anak-anak mereka agar tidak terjebak dalam kegiatan di luar kendali.
Selain itu, madrasah juga terus mendorong komunikasi aktif antara guru, siswa, dan orang tua. Dengan begitu, pembelajaran daring bukan sekadar formalitas, tetapi benar-benar menjadi sarana menjaga fokus akademik di tengah situasi yang dinamis.
“Kami berharap orang tua ikut mengawasi anak-anak di rumah selama KBM daring berlangsung. Tugas guru tidak bisa berdiri sendiri, perlu ada sinergi dengan keluarga,” tambah salah seorang guru senior MAN 2 Kota Jambi.
Dengan sistem ini, MAN 2 Kota Jambi optimistis bahwa kualitas pembelajaran tetap bisa dijaga meski berlangsung secara daring. Disiplin siswa dalam mengikuti jadwal dan peran orang tua dalam pengawasan menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan kebijakan tersebut. (AA-HUMAS)
|
113x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kota Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...