
Kota Jambi (MAN 2)- Bagi generasi ‘80 dan ‘90an, setiap tanggal 30 September, ingatan serasa ditarik kembali ke hari yang kelam, hari di mana Indonesia kehilangan putra terbaiknya akibat pengkhianatan para durjana berhaluan komunis. Putra-putra terbaik itu kini diabadikan sebagai Pahlawan Revolusi. Merekalah tumbal keutuhan negara ini, tumbal dari kuatnya ideologi berketuhanan yang dianut bangsa ini. Sebagai negara mayoritas beragama Islam, dengan tidak menafikan keberadaan agama lain, adalah suatu kemustahilan untuk memaksakan ideologi anti Tuhan kepada kita dan mereka, para pahlawan revolusi, telah memberikan jiwa raganya untuk menjaga bangsa ini agar tetap berketuhanan.
Sempena 30 September ini, dalam upacara rutin Senin (30/9) seluruh civitas akademika MAN 2 Kota Jambi larut dalam khidmatnya peringatan. Bendera setengah tiang, menjadi simbol dukacita mendalam dan tanda kehilangan dari generasi muda yang sebagian besarnya sama sekali tidak mengetahui peristiwa berdarah yang pernah berlangsung di negeri ini. Untuk itulah, dalam sambutannya Kepala MAN 2 Kota Jambi, H. Ambok Pera Afrizal, MA, menyatakan bahwa generasi muda sepatutnya tetap mengingat peristiwa-peristiwa sejarah sehingga bisa menghayati perjuangan dan pengorbanan para pahlawan.
Semoga kita, generasi yang hidup di alam yang merdeka dan berdaulat, lepas dari segala bentuk penjajahan dan tekanan, makmur sentosa di tanah yang gemah ripah loh jinawi ini, takkan pernah melupakan sejarah karena sejarah adalah guru kehidupan, Historia magistra vitae (awm-humas)
|
893x
Dibaca |
Untuk Wilayah Kota Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...