
MAN 2 Kota Jambi – Setelah empat hari penuh berada di lapangan melakukan penelitian di kawasan Hutan Adat Desa Rantau Keramas, Kabupaten Merangin, dua siswi MAN 2 Kota Jambi, Ailsa Nabila dan Salsabila Vaeldesti, langsung “tancap gas” mengolah data untuk menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah (KTI) mereka.
Penelitian yang berlangsung intens sejak awal pekan itu bukanlah perkara ringan. Selama berada di lokasi, Ailsa dan Salsabila berinteraksi dengan masyarakat adat, menelusuri kawasan hutan, hingga mencatat berbagai aspek ekologi dan sosial yang berkaitan dengan pemanfaatan hutan secara berkelanjutan. Data yang mereka kumpulkan dipastikan valid untuk memperkuat hasil penelitian.
“Tidak ada kata lelah terlihat dari mereka meski harus terjun langsung ke lapangan selama empat hari penuh. Semangatnya justru semakin menguat setelah kembali ke madrasah,” ujar Frischa Aulia, salah satu guru pembimbing.
Bersama Abdul Muis, Frischa Aulia mendampingi kedua siswi tersebut dalam mengolah data, menyusun analisis, hingga merangkai hasil penelitian ke dalam bentuk tulisan ilmiah yang sistematis. Dukungan penuh dari para pembimbing menjadi modal penting agar karya ilmiah ini dapat bersaing di tingkat lebih lanjut.
Kegiatan penelitian ini juga menjadi bukti nyata bagaimana siswa MAN 2 Kota Jambi tidak hanya menguasai teori di kelas, tetapi juga berani terjun langsung ke lapangan untuk membuktikan kebenaran ilmiah. Hutan Adat Rantau Kermas dipilih karena memiliki nilai ekologis dan kearifan lokal yang kaya, sehingga relevan untuk dijadikan bahan kajian akademik.
Dengan tekad dan kerja keras, Ailsa Nabila dan Salsabila Vaeldesti berharap karya tulis mereka bukan hanya menjadi prestasi pribadi, tetapi juga memberi kontribusi nyata dalam menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap kelestarian hutan adat di Jambi.
|
99x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kota Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...