
Kepala MAN 2 Kota Jambi yang juga bertindak sebagai Kamabigus, Andi Asfiron, menanggapi hasil Musyawarah Ambalan Sunan Kalijaga dan Cut Nyak Dien yang menetapkan Muhammad Ridho Akbar sebagai Pradana putra dan Nazwa Syafira sebagai Pradana putri. Ia menyebut, terpilihnya dua nama ini merupakan amanah besar yang tidak boleh dipandang ringan.
“Pradana adalah wajah ambalan. Mereka bukan hanya memimpin kegiatan, tetapi juga menjadi contoh bagi seluruh anggota. Tugas ini harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab,” kata Andi Asfiron saat dimintai keterangan, Senin, 22 September 2025.
Andi menekankan bahwa kepemimpinan di ambalan bukan sekadar soal mengatur teknis kegiatan pramuka, melainkan juga menghidupkan nilai persaudaraan, disiplin, dan kemandirian. Ia berharap Ridho dan Nazwa mampu menggerakkan anggota untuk aktif berkontribusi.
“Musyawarah ini menunjukkan bahwa proses demokrasi bisa berjalan baik di lingkungan siswa. Kami berharap hasilnya tidak berhenti pada seremonial, tetapi benar-benar diterjemahkan dalam kerja nyata,” ujarnya.
Dalam waktu satu pekan ke depan, kepengurusan baru ambalan akan dibentuk secara penuh. Andi Asfiron menyebut pihak madrasah siap mendukung segala kebutuhan teknis demi memastikan roda organisasi berjalan efektif. “Kami akan mendampingi, tetapi biarlah mereka yang memimpin. Itu bagian dari pendidikan karakter,” katanya menambahkan.
Dengan komando baru di bawah Ridho dan Nazwa, Kamabigus optimistis Ambalan Sunan Kalijaga dan Cut Nyak Dien bisa menghadirkan program-program inovatif yang relevan dengan semangat generasi muda. (AA-HUMAS)
|
81x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kota Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...