
Setelah Kamabigus MAN 2 Kota Jambi menegaskan pentingnya peran Pradana baru, giliran pembina Pramuka memberikan respons atas hasil Musyawarah Ambalan (MUSAM) Sunan Kalijaga dan Cut Nyak Dien. Muhammad Ridho Akbar yang terpilih sebagai Pradana putra, dan Nazwa Syafira sebagai Pradana putri, mendapat pesan khusus dari para pembina.
Pembina Pramuka putra, Dedi Arfan, S.Pd., menyebut Ridho harus mampu menunjukkan kepemimpinan yang solid. “Pradana putra bukan hanya mengoordinasi, tapi juga menjadi motor yang menggerakkan seluruh anggota. Ridho harus bisa merangkul dan menginspirasi,” ujar Dedi pada Selasa, 23 September 2025.
Ia menambahkan, kepengurusan yang akan terbentuk dalam sepekan ke depan harus menjadi momentum awal membangun budaya kerja sama. “Ambalan itu kuat kalau semua berjalan kolektif. Tugas Pradana adalah menjaga semangat itu,” katanya.
Sementara itu, pembina Pramuka putri, Lily Rahmayanti, S.Pd., menekankan pentingnya sosok Nazwa sebagai teladan. Menurutnya, posisi Pradana putri menuntut lebih dari sekadar kepemimpinan formal. “Seorang Pradana putri harus jadi panutan, mulai dari kedisiplinan, etika, sampai bagaimana bersikap dalam kegiatan. Nazwa punya potensi ke arah itu,” tutur Lily.
Lily juga berharap kepengurusan baru dapat menghadirkan program-program yang menyentuh kebutuhan anggota, termasuk kegiatan yang lebih kreatif dan adaptif terhadap perkembangan zaman. “Pramuka bukan hanya baris-berbaris, tapi ruang belajar kepemimpinan. Saya yakin Nazwa bisa memimpin dengan hati,” tambahnya.
Dengan dukungan pembina, Kamabigus, dan semangat anggota ambalan, kepemimpinan Ridho dan Nazwa di MAN 2 Kota Jambi diharapkan mampu melahirkan gerakan pramuka yang lebih progresif dan inklusif. (AA-HUMAS)
|
79x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kota Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...