
Kota Jambi — Di tengah dentuman musik latihan dan pekikan semangat pelatih, seorang siswi MAN 2 Kota Jambi tampak fokus mengulang gerakan jurus Wushu dengan penuh konsentrasi. Dialah Sukma Tri Nur Azizah, atlet muda berbakat yang kini bersiap menuju PON Bela Diri 2025 di Kudus, Jawa Tengah. Nama Sukma bukan baru di dunia bela diri. Tahun lalu, ia telah mencicipi panasnya persaingan tingkat nasional dalam ajang PON XXI Aceh–Sumut 2024, di mana ia mewakili Provinsi Jambi pada cabang olahraga Wushu. Meski belum membawa pulang medali emas, pengalaman tersebut menjadi batu loncatan berharga yang membentuk ketangguhan dan kematangan mentalnya sebagai atlet.
PON Bela Diri sendiri merupakan ajang olahraga nasional yang khusus menampilkan cabang-cabang bela diri non-Olimpiade. Event ini menjadi terobosan baru dari KONI Pusat yang bekerja sama dengan Djarum Foundation untuk memberi ruang kompetisi yang lebih fokus bagi para atlet bela diri. Tahun 2025 ini, Kudus, Jawa Tengah, dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan PON Bela Diri pertama di Indonesia, yang dijadwalkan berlangsung 11–26 Oktober 2025 di GOR Djarum Kaliputu. Sebanyak 10 cabang olahraga akan dipertandingkan, di antaranya pencak silat, taekwondo, judo, tarung derajat, karate, sambo, jujitsu, kempo, gulat, dan tentu saja Wushu—cabang yang menjadi ladang perjuangan Sukma.
Sejak pengumuman resmi tentang ajang ini, Sukma terus mengasah kemampuan di bawah bimbingan pelatihnya. Latihan dilakukan dua kali sehari, pagi dan sore, dengan fokus pada peningkatan kelincahan, kekuatan otot, dan teknik pertarungan. Selain itu, Sukma juga rutin mengikuti sesi sparring dengan atlet senior untuk mempertajam refleks dan strategi bertanding. Tak hanya fisik, aspek mental juga menjadi perhatian serius. Sukma berlatih menjaga fokus dan ketenangan dalam tekanan, karena di atas arena Wushu, satu gerakan kecil bisa menentukan hasil akhir.
Program latihan yang ia jalani kini lebih intens dibanding persiapan menuju PON sebelumnya. Setiap pekan, ia mengikuti evaluasi fisik, tes ketahanan, serta pemantauan kesehatan oleh tim medis KONI Jambi. Asupan gizi dijaga ketat, dengan pola makan tinggi protein dan waktu istirahat yang teratur. Semua itu dilakukan demi mencapai performa optimal ketika berlaga di Kudus nanti. Menurut data KONI Jambi, para atlet yang mewakili provinsi tengah menjalani tes fisik dan kesehatan sebagai tahap awal seleksi, dan Sukma termasuk salah satu yang menunjukkan hasil terbaik.
Meski beban dan ekspektasi semakin besar, Sukma menatap PON Bela Diri 2025 dengan optimisme. Ia sadar bahwa menjadi atlet dari daerah bukanlah hambatan, melainkan motivasi untuk membuktikan diri di panggung nasional. “PON Aceh–Sumut memberi saya banyak pelajaran. Sekarang saya lebih siap, lebih matang, dan ingin berjuang maksimal untuk Jambi,” ungkapnya penuh semangat. Dengan kerja keras, dukungan pelatih, dan doa dari keluarga besar MAN 2 Kota Jambi, Sukma bertekad mengibarkan bendera Jambi di podium kemenangan PON Bela Diri Kudus 2025.
Jika persiapan berjalan sesuai rencana, langkah Sukma bukan hanya tentang medali, melainkan tentang semangat pantang menyerah seorang siswi madrasah yang berhasil menembus ajang nasional. Dari ruang latihan sederhana di Jambi, ia membangun mimpi besar—membuktikan bahwa ketekunan, disiplin, dan keyakinan bisa membawa siapa pun menaklukkan panggung tertinggi bela diri Indonesia.(AA-Humas)
|
120x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kota Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...