
Jambi — Di salah satu sudut ruang keterampilan MAN 2 Kota Jambi, suasana tampak berbeda dari kelas pada umumnya. Suara solder yang berdesis, aroma timah yang khas, dan percikan kecil cahaya listrik menjadi irama kegiatan belajar yang penuh semangat. Di antara siswa yang serius menekuni pekerjaannya, tampak Jihan, siswi kelas XII MIA 3, sedang merangkai kabel-kabel kecil di papan sirkuit. Di sampingnya, guru pembimbing, Brianti Amazona, dengan sabar memberi arahan dan memastikan setiap rangkaian terpasang dengan tepat.
“Pastikan kutubnya benar, kalau terbalik rangkaian nggak akan nyala,” ujar Brianti sambil memperhatikan hasil kerja siswanya. Kalimat sederhana itu menjadi pengingat bahwa di balik setiap komponen kecil, ada pelajaran besar tentang ketelitian dan tanggung jawab.
MAN 2 Kota Jambi dikenal sebagai salah satu Madrasah Keterampilan di Provinsi Jambi. Program ini menjadi bagian unggulan madrasah yang mengintegrasikan ilmu keagamaan, akademik, dan keterampilan teknis secara seimbang. Tujuannya membentuk lulusan madrasah yang tidak hanya berilmu dan berakhlak, tetapi juga terampil dan siap menghadapi tantangan dunia kerja.
Pada program Elektro, para siswa dibimbing untuk memahami dasar-dasar elektronika, sistem kelistrikan, hingga praktik merakit alat sederhana berbasis teknologi. Mereka belajar menggunakan alat kerja seperti multimeter, solder, papan sirkuit, hingga sensor digital yang kini mulai diterapkan dalam pembuatan robotik sederhana.
Menurut Brianti Amazona, kegiatan praktik seperti ini tidak hanya mengasah kemampuan teknis, tetapi juga membangun karakter siswa.
“Elektro itu bukan cuma soal kabel dan arus listrik. Di sini siswa belajar logika, ketelitian, dan kerja sama. Kalau salah satu bagian tidak tepat, sistem tidak akan berjalan. Dari situ mereka belajar tanggung jawab,” jelasnya.
Hasil pembelajaran terlihat nyata ketika siswa berhasil membuat proyek mandiri. Mulai dari perakitan rangkaian sensor, pengendali motor, hingga pemrograman pergerakan robot sederhana. Robot-robot kecil hasil karya mereka sering menjadi daya tarik dalam pameran keterampilan madrasah di tingkat provinsi.
Bagi Jihan, pengalaman belajar elektro di madrasah menjadi sesuatu yang sangat berkesan. “Awalnya saya pikir elektro itu susah dan cuma buat anak laki-laki, tapi ternyata seru banget. Apalagi waktu robot yang saya buat bisa bergerak, rasanya bangga sekali,” ujarnya sambil tersenyum.
Selain elektro, MAN 2 Kota Jambi juga memiliki bidang keterampilan lain seperti tata busana, tata boga, desain grafis, dan tata rias. Semua program tersebut dirancang agar siswa memiliki kemampuan praktis yang bisa diterapkan setelah lulus.
Semangat itu begitu terasa di ruang elektro siang itu. Kabel, baterai, dan sirkuit menjadi teman belajar, sementara rasa ingin tahu menjadi bahan bakar utama. Dari ruang sederhana ini, generasi madrasah belajar merakit masa depan—dengan tangan terampil, pikiran cerdas, dan hati yang beriman.(AA-Humas)
|
483x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kota Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...