
Selasa, 14 Oktober 2025, suasana di ruang rapat MAN 2 Kota Jambi tampak lebih dinamis dari biasanya. Pagi itu, tim dari Kementerian Agama Kota Jambi hadir untuk melakukan pendampingan penyusunan pagu alokasi anggaran tahun 2026 serta sosialisasi pembuatan Rencana Umum Pengadaan (RUP) melalui Aplikasi SIRUP (Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan).
Kegiatan ini menjadi langkah penting dalam memastikan setiap satuan kerja di lingkungan Kemenag mampu menyusun anggaran sesuai Standar Biaya Masuk (SBM) dan menjalankan prinsip transparansi, efisiensi, serta akuntabilitas publik.
Kedatangan tim pendamping disambut hangat oleh Kepala MAN 2 Kota Jambi, Andi Asfiron, S.Pd.I., M.Pd.I., dan Kepala Tata Usaha, Drs. Awaludin, bersama jajaran staf keuangan dan tim perencana madrasah. Dalam sambutannya, Andi Asfiron menegaskan pentingnya pendampingan ini bagi madrasah yang terus berkomitmen memperkuat tata kelola keuangan berbasis regulasi.
�Penyusunan anggaran bukan hanya tentang pembagian dana, tapi tentang membangun sistem yang jujur, efisien, dan berpihak pada peningkatan mutu pendidikan. Kami sangat terbantu dengan pendampingan dari Kemenag Kota Jambi yang memastikan setiap langkah kami berjalan di jalur yang benar,� ujar Andi Asfiron.
Sementara itu, Drs. Awaludin menilai kegiatan ini menjadi momentum penting bagi tim tata usaha untuk meningkatkan pemahaman dalam hal penyusunan RUP dan penggunaan aplikasi digital.
�Kami berkomitmen untuk terus belajar dan beradaptasi. Dengan bimbingan langsung dari tim Kemenag, kami semakin yakin bahwa proses penganggaran di madrasah dapat dilakukan secara tertib, tepat waktu, dan sesuai standar biaya,� ungkapnya.
Tim Kemenag Kota Jambi yang dipimpin oleh Nurhayati, S.Si., memberikan pemaparan menyeluruh mengenai mekanisme penyusunan pagu indikatif serta tata cara penginputan RUP melalui aplikasi SIRUP. Dalam penjelasannya, Nurhayati menekankan bahwa sistem digital ini bukan hanya memudahkan proses administrasi, tetapi juga menjadi sarana transparansi yang memperkuat kepercayaan publik terhadap lembaga pendidikan.
�SIRUP hadir untuk memastikan semua proses pengadaan dapat dipantau secara terbuka. Dengan sistem ini, kita bisa melihat sejauh mana efisiensi dan akuntabilitas dijalankan di setiap satuan kerja, termasuk madrasah,� jelas Nurhayati, S.Si.
Suasana kegiatan berjalan hangat dan interaktif. Para peserta aktif mengajukan pertanyaan, berbagi pengalaman, dan melakukan simulasi langsung penginputan data pada sistem SIRUP. Pendampingan ini juga menjadi ruang belajar bersama agar pengelola madrasah lebih percaya diri dalam menghadapi tantangan digitalisasi keuangan di masa mendatang.
Melalui kegiatan ini, MAN 2 Kota Jambi menunjukkan kesiapannya menjadi madrasah yang adaptif, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik yang transparan. Dukungan penuh dari Kemenag Kota Jambi semakin memperkuat langkah MAN 2 untuk menatap tahun anggaran 2026 dengan perencanaan yang matang dan akuntabel.
�Pendampingan hari ini bukan sekadar kegiatan teknis, tetapi menjadi pengingat bagi kita semua bahwa pengelolaan keuangan yang baik adalah bagian dari ibadah dan tanggung jawab moral,� tutup Andi Asfiron dengan penuh makna.(AA-Humas)
|
631x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kota Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...