
JAMBI – Hari kelima pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Rahmatan Lil Alamin (P5RA) di MAN 2 Kota Jambi, Jumat (17/10/2025), menjadi puncak kegiatan penuh aksi nyata. Setelah empat hari berturut-turut belajar teori dan praktik pengelolaan sampah, kali ini para siswa menutup rangkaian kegiatan dengan karya hijau — mengubah sampah menjadi media tanam, hiasan kelas, dan taman apotek hidup di berbagai sudut madrasah.
Kegiatan dimulai sejak pagi dengan sesi refleksi dan peninjauan kembali materi sebelumnya. Fasilitator memutar seluruh video dokumentasi pembelajaran di smart TV, menampilkan perjalanan para siswa sejak hari pertama P5RA dimulai. Suasana kelas menjadi hangat, beberapa siswa tampak tersenyum saat mengenang momen saat mereka mengumpulkan dan memilah sampah di bawah terik matahari.
Memasuki jam kedua hingga kelima, suasana madrasah berubah menjadi semarak. Siswa tampak berbondong-bondong membawa botol plastik, pot bekas, dan bahan daur ulang lainnya. Mereka diarahkan oleh fasilitator untuk melaksanakan aksi pemanfaatan sampah sebagai media tanam dan penghias kelas. Tak hanya itu, proyek besar hari itu adalah membuat taman apotek hidup dengan pagar dari botol plastik dan aneka tanaman herbal.
Pembagian lokasi taman dilakukan dengan teratur. Siswa dari kelas E1 dan F1 bertugas mempercantik area depan kelas F1, sementara kelompok F2 dan F12 mengubah halaman depan toilet global menjadi taman hijau mini. Di sisi lain, siswa F9 dan F10 menata taman di depan kelas E1, sedangkan F11 dan F3 menanam tanaman herbal di depan ruang Bimbingan Konseling. Kelompok F4, F5, dan F6 bekerja di area dekat green house, sementara F7 dan F8 bertugas di sekitar kantor global dan ruang elektro.

Tak mau kalah, siswa dari fase E juga menunjukkan kreativitas mereka. Kelas E4 memperindah ruang UKS dengan pot daur ulang, sedangkan E2, E3, dan E5 menata area di belakang kelas F2 dan F3. Di sisi masjid, kelas E6 dan E7 menanam tanaman apotek hidup di dekat tangga, sementara E8 hingga E10 memperindah halaman depan tedmond. Kelas E11 dan E12 pun turut mempercantik area samping pos satpam madrasah dengan taman mini.
Sementara itu, empat kelompok lainnya berfokus di dalam kelas, berkreasi membuat media tanam dari barang bekas. Mereka menggunakan botol plastik, kaleng, dan kardus untuk dijadikan pot gantung dan hiasan kelas. Semua kegiatan ini tetap terpantau melalui aplikasi PIESA, yang digunakan guru untuk menilai kreativitas dan kerja sama tim siswa sesuai rubrik observasi.
Pada sesi berikutnya, yakni jam keenam hingga kedelapan, kegiatan dilanjutkan dengan penyusunan LKPD Perencanaan Bank Sampah. Siswa bekerja secara berkelompok untuk merancang sistem pengelolaan sampah di kelas masing-masing. Mereka berdiskusi tentang struktur pengurus bank sampah, mekanisme penimbangan, dan cara memanfaatkan hasil daur ulang agar kegiatan berkelanjutan.
Sebagai penutup, pada jam kesembilan dan kesepuluh, peserta didik mengikuti asesmen akhir melalui barcode yang di-scan di smart TV. Fasilitator memandu siswa dalam menyimpulkan seluruh materi yang telah dipelajari selama lima hari penuh — mulai dari pengelolaan, pengolahan, hingga pemanfaatan sampah menjadi sesuatu yang bernilai guna.
“Anak-anak benar-benar menunjukkan perubahan sikap dan kesadaran. Mereka tidak hanya bicara tentang peduli lingkungan, tapi langsung mempraktikkannya,” ujar salah satu fasilitator, Hartono, yang turut memantau jalannya kegiatan sejak hari pertama.
Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan P5RA ini, MAN 2 Kota Jambi kembali menegaskan komitmennya sebagai madrasah yang peduli terhadap isu lingkungan. Melalui aksi konkret seperti taman apotek hidup dan pengelolaan bank sampah, madrasah ini menanamkan pesan bahwa cinta lingkungan bukan sekadar teori — melainkan kebiasaan yang tumbuh dari kesadaran kolektif seluruh warganya. (AA-HUMAS)
|
108x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kota Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...