
JAMBI - Dunia pendidikan kini tengah dihadapkan pada tantangan serius di era digital, mulai dari maraknya penyalahgunaan narkoba, radikalisme, hingga fenomena judi online yang mengintai kalangan pelajar. Dalam upaya memperkuat peran guru bimbingan konseling (BK) sebagai garda depan pendidikan karakter, Dinas Pendidikan Provinsi Jambi menggelar kegiatan Sosialisasi dan Pembinaan Guru BK Tingkat SMA, SMK, dan MA se-Kota Jambi pada Selasa, 21 Oktober 2025 di Kanaan Global School Jambi.
MAN 2 Kota Jambi turut berpartisipasi dalam kegiatan strategis ini dengan mengutus Vinda Nur dan Yuvi Septian sebagai perwakilan. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama antara Polda Jambi, Pemerintah Provinsi Jambi, dan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi, yang berfokus pada pembinaan kompetensi guru BK agar lebih siap menghadapi berbagai ancaman sosial di lingkungan sekolah.
Dalam pembukaan kegiatan, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, M. Umar, S.E., M.M., menegaskan bahwa guru BK berperan penting sebagai ujung tombak dalam membangun generasi pelajar yang berkarakter kuat, disiplin, dan tangguh menghadapi pengaruh negatif era digital. Melalui pembinaan ini, guru BK diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai konselor, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial yang mampu mendeteksi dan menanggulangi berbagai bentuk perilaku menyimpang sejak dini.
Kegiatan yang diikuti oleh 95 peserta dari berbagai satuan pendidikan di Kota Jambi ini menghadirkan narasumber dari Polda Jambi. Mereka membawakan lima materi utama, yakni tertib berlalu lintas, pencegahan radikalisme dan intoleransi, pencegahan penyalahgunaan narkoba, penanganan bullying, serta upaya menghadapi maraknya judi online dan kejahatan siber di lingkungan sekolah.
Yuvi Septian dari MAN 2 Kota Jambi mengapresiasi kegiatan tersebut karena membuka wawasan baru tentang pentingnya penguatan karakter siswa di tengah ancaman globalisasi. Ia menilai guru BK perlu lebih adaptif terhadap fenomena digital yang berdampak pada perilaku siswa, terutama dalam hal literasi digital dan pencegahan kecanduan gawai. "Guru BK harus menjadi agen perubahan yang tanggap terhadap fenomena baru di dunia pendidikan, seperti judi online, kejahatan siber, dan penyalahgunaan teknologi. Ini tantangan nyata yang harus kita hadapi bersama," ujarnya.
Kegiatan sosialisasi ini juga menjadi momentum penting untuk mempererat kolaborasi antara lembaga pendidikan dan aparat penegak hukum dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, tertib, dan bebas dari kekerasan. Dinas Pendidikan Provinsi Jambi menekankan pentingnya pembinaan berkelanjutan agar hasil kegiatan tidak berhenti pada tataran seremonial, tetapi benar-benar terimplementasi dalam program bimbingan konseling di sekolah.
Sebagai penutup, Yuvi Septian menyampaikan harapan agar hasil pembinaan tersebut dapat diterapkan dalam berbagai program di MAN 2 Kota Jambi, seperti penguatan konseling berbasis digital dan kegiatan pencegahan bullying yang melibatkan siswa secara aktif. Ia menegaskan bahwa madrasahnya berkomitmen untuk menjadi lingkungan belajar yang aman, ramah anak, dan berdaya digital.
Dengan keikutsertaan MAN 2 Kota Jambi dalam kegiatan pembinaan ini, diharapkan tercipta sinergi antara sekolah, pemerintah, dan aparat hukum untuk mewujudkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan moral generasi muda yang berintegritas di tengah tantangan era digital. (AA-HUMAS)
|
75x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kota Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...