
Mataram - Semangat penguatan ekonomi syariah kembali bergema di ajang Indonesia Economic Syariah Forum & Expo (IESF) 2025 yang digelar di Islamic Center Mataram, Nusa Tenggara Barat, pada 22–26 Oktober 2025. Salah satu figur yang turut menjadi perhatian publik adalah Kepala MAN 2 Kota Jambi, Andi Asfiron, yang hadir mewakili dunia pendidikan madrasah dalam pameran ekonomi berbasis syariah terbesar di Indonesia tersebut. Kehadiran Andi Asfiron menjadi bukti nyata bahwa madrasah memiliki peran penting dalam mendukung program nasional penguatan ekonomi pesantren dan pendidikan berbasis kemandirian.
Dalam kesempatan itu, Andi Asfiron terlihat aktif di booth Provinsi Jambi yang menampilkan beragam produk inovatif karya siswa madrasah, termasuk karya unggulan “Mordiya” dari MAN 2 Kota Jambi. Produk tersebut menjadi simbol kreativitas generasi muda madrasah dalam menumbuhkan potensi ekonomi syariah yang berakar dari dunia pendidikan. Partisipasi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa lembaga pendidikan Islam kini turut menjadi bagian dari ekosistem ekonomi keumatan yang semakin kuat dan berdaya saing.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Kementerian Agama Republik Indonesia ini mengangkat lima agenda strategis pengembangan ekonomi syariah nasional. Agenda pertama adalah penguatan ekonomi pesantren, yang menempatkan lebih dari 42 ribu pesantren dan 72 juta pemangku kepentingan di Indonesia sebagai motor penggerak ekonomi umat. Pesantren kini diarahkan untuk menjadi pusat pengembangan keterampilan seperti pertanian, perkebunan, hingga teknologi digital agar mampu mandiri secara ekonomi.
Agenda kedua berfokus pada peningkatan sertifikasi halal, dengan penekanan pentingnya kesadaran halal bukan hanya sebagai gaya hidup, melainkan juga sebagai perintah agama. Menteri Agama bahkan menegaskan, “Jangan memasukkan ke dalam tenggorokan sesuatu yang tidak halal,” dalam sambutannya. Sementara itu, agenda ketiga mengarah pada pengembangan destinasi wisata ramah muslim, dengan konsep fasilitas publik yang ramah bagi anak, perempuan, difabel, dan lansia sehingga pariwisata halal Indonesia semakin dikenal dunia.
Agenda keempat menyoroti inovasi pembiayaan syariah dan pemberdayaan lembaga keuangan umat. Pemerintah mendorong pemanfaatan potensi zakat, infaq, sedekah, wakaf, fidyah, serta ekonomi kurban dan aqiqah sebagai sumber penggerak ekonomi yang luar biasa besar. Sedangkan agenda kelima menekankan pentingnya kolaborasi multi sektor, melibatkan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, lembaga keuangan syariah, pesantren, akademisi, dan sektor swasta agar ekonomi syariah Indonesia mampu bersaing di tingkat global.
Kehadiran MAN 2 Kota Jambi dalam forum berskala nasional ini bukan hanya ajang pamer karya, tetapi juga bentuk komitmen nyata dalam memperkuat literasi ekonomi syariah di kalangan pelajar madrasah. Melalui produk “Mordiya”, siswa MAN 2 Kota Jambi membuktikan bahwa pendidikan Islam mampu menghasilkan karya inovatif yang memadukan nilai religius dan kemandirian ekonomi. Kepala MAN 2 Kota Jambi, Andi Asfiron, menyebut bahwa partisipasi madrasah dalam kegiatan nasional seperti ini menjadi kesempatan berharga untuk belajar, berjejaring, dan berkontribusi bagi gerakan ekonomi umat. “Kami ingin menunjukkan bahwa madrasah tidak hanya mencetak generasi cerdas, tetapi juga generasi kreatif yang siap membangun ekonomi umat,” ujarnya.
Partisipasi MAN 2 Kota Jambi di Indonesia Economic Syariah Forum & Expo 2025 menjadi simbol kebangkitan pendidikan madrasah dalam mendukung arah pembangunan ekonomi berkelanjutan berbasis nilai-nilai Islam. Dengan inovasi siswa seperti “Mordiya” dan kepemimpinan visioner dari Andi Asfiron, madrasah kini bukan hanya pusat pendidikan, tetapi juga pionir gerakan ekonomi halal dan pusat lahirnya generasi beretika. Dari Jambi untuk Indonesia, dan dari madrasah untuk dunia, MAN 2 Kota Jambi membuktikan bahwa pendidikan berlandaskan nilai dapat menjadi penggerak perubahan menuju ekonomi syariah Indonesia yang maju dan berdaya saing global. (AA-HUMAS)
|
561x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kota Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...