
JAMBI – “Hari ini bukan akhir perjuangan, tapi awal pengabdian yang lebih besar,” ungkap Kepala MAN 2 Kota Jambi, Andi Asfiron, dengan penuh haru saat menanggapi pelantikan empat guru dan pegawai madrasahnya sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Asrama Haji Provinsi Jambi pada Kamis, 23 Oktober 2025. Ucapan tersebut menjadi refleksi mendalam atas perjalanan panjang para guru honorer yang akhirnya mendapat pengakuan resmi dari negara setelah bertahun-tahun mengabdi di dunia pendidikan madrasah dengan ketulusan dan dedikasi tinggi.
Dalam pernyataannya, Andi Asfiron menyampaikan rasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya kepada empat pegawai MAN 2 Kota Jambi yang baru saja menerima SK PPPK, yakni M. Basid, S.Sos, Nur Insan, Muslim, dan Ajang Nasihin. Ia menilai pelantikan ini bukan sekadar seremoni administratif, tetapi bentuk nyata penghargaan terhadap dedikasi dan kerja keras para pendidik yang telah setia mendidik generasi bangsa tanpa pamrih. “Saya menyaksikan sendiri perjuangan mereka sejak masih berstatus honorer. Mereka dengan sepenuh hati, tanpa kenal lelah. Pelantikan ini adalah bukti bahwa pengabdian tidak pernah sia-sia,” ujarnya dengan penuh kebanggaan.
Menurut Andi, para pegawai yang dilantik merupakan sosok inspiratif bagi seluruh civitas akademika MAN 2 Kota Jambi. Mereka telah menunjukkan keteladanan dalam kesabaran, keikhlasan, dan profesionalisme meski menghadapi berbagai keterbatasan. Ia berharap pencapaian ini menjadi penyemangat bagi guru lain untuk terus mengabdi dengan semangat tinggi. “Menjadi PPPK bukan berarti berhenti berjuang. Justru ini awal untuk membuktikan bahwa mampu membawa perubahan besar dalam sistem pendidikan Indonesia,” tambahnya.
Lebih lanjut, Andi menekankan pentingnya peningkatan profesionalisme di era digitalisasi pendidikan. Ia menyebut, pelantikan PPPK harus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen terhadap kinerja, integritas, dan inovasi, sejalan dengan agenda Reformasi Birokrasi Berdampak (RB Berdampak) yang kini digencarkan pemerintah. “Sebagai pegawai harus adaptif terhadap perubahan, memanfaatkan teknologi, dan tetap berpegang pada nilai-nilai moderasi beragama. PPPK bukan hanya status, tapi tanggung jawab moral untuk melayani dengan lebih baik,” katanya.
Menutup pernyataannya, Kepala MAN 2 Kota Jambi mengajak seluruh guru dan pegawai madrasah untuk menjadikan keberhasilan ini sebagai inspirasi bersama. Ia menegaskan bahwa jabatan dan pengakuan hanyalah pintu awal menuju tanggung jawab yang lebih besar. “Pengabdian yang tulus adalah jalan menuju kemuliaan. Tidak ada kebanggaan yang lebih besar bagi seorang pendidik selain melihat muridnya tumbuh dengan ilmu dan akhlak yang baik. Dan hari ini, empat pegawai MAN 2 Kota Jambi telah membuktikan bahwa kesetiaan pada pengabdian akhirnya berbuah manis,” tutupnya dengan penuh makna. (AA-HUMAS)
|
73x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kota Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...