
Kota Jambi – Lapangan MAN 2 Kota Jambi sore itu tampak berbeda. Di bawah terik matahari yang mulai condong ke barat, tampak sekelompok siswa dan siswi berdiri tegap, busur terentang, pandangan tajam mengarah ke target di depan mereka. Dialah para anggota ekstrakurikuler Panahan MAN 2 Kota Jambi, yang tengah rutin berlatih mempersiapkan diri menghadapi kejuaraan panahan antar pelajar se-Kota Jambi yang akan digelar pada 25–26 Oktober 2025 di PKP Al Hidayah Kota Jambi.
Dalam latihan tersebut, pelatih panahan Novita menyampaikan bahwa semangat siswa sangat tinggi, namun masih diperlukan dukungan sarana latihan yang memadai.
“Anak-anak punya potensi besar dan semangat yang luar biasa, tapi kami masih membutuhkan alat latihan yang memadai agar mereka bisa mengasah kemampuan dengan lebih optimal,” ungkap Novita dengan penuh harap.
Salah satu anggota tim, M. Rasyid Ridho, siswa kelas X E2, yang tergabung dalam nomor horse bow, menceritakan pengalamannya selama latihan.
“Sebenernya lelah, tapi sesi latihan selalu menantang,” ujarnya sambil tersenyum.
“Kami berharap suatu saat nanti bisa mewakili MAN 2 di sebuah kejuaraan dan meraih gelar juara untuk MAN 2 Kota Jambi. Pasti bakalan mendorong semangat kami untuk semakin giat berlatih.”
Siswa-siswi MAN 2 Kota Jambi sendiri akan turun dalam dua kategori, yakni Bare Bow dan Horse Bow. Masing-masing memiliki teknik dan gaya berbeda, namun sama-sama membutuhkan ketenangan, konsentrasi, dan pengendalian diri tingkat tinggi — nilai-nilai yang sejalan dengan karakter yang ingin dibangun di madrasah.
Lebih dari sekadar olahraga, panahan memiliki filosofi mendalam yang sejalan dengan nilai-nilai pendidikan karakter Islami. Dalam Islam, panahan termasuk olahraga yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW karena melatih kesabaran, fokus, dan keikhlasan. Setiap anak panah yang dilepaskan bukan sekadar tentang ketepatan sasaran, tetapi juga tentang melatih diri untuk mengendalikan emosi, menyeimbangkan tubuh dan pikiran, serta menumbuhkan rasa percaya diri.
Di lingkungan madrasah, kegiatan panahan bukan hanya sarana untuk berprestasi, tetapi juga media pembinaan karakter siswa agar memiliki disiplin, ketekunan, dan semangat sportivitas. Melalui latihan rutin, para siswa belajar bahwa keberhasilan tidak diraih dengan cara instan, tetapi melalui proses panjang, usaha yang berulang, dan kesabaran menghadapi setiap tantangan.
Pelatih Novita pun menambahkan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu menjadi wadah positif bagi siswa untuk mengembangkan potensi sekaligus menjaga kebugaran fisik.
“Panahan mengajarkan fokus, ketenangan, dan kejujuran pada diri sendiri. Setiap kali anak-anak menarik busur, mereka sebenarnya sedang belajar mengendalikan diri dan membidik cita-cita mereka,” jelasnya.
Dengan semangat tinggi dan harapan besar, para anggota klub panahan MAN 2 Kota Jambi kini terus memantapkan latihan terakhir jelang kompetisi. Dukungan dari madrasah, guru, dan teman-teman menjadi energi tambahan bagi mereka untuk tampil maksimal dan membawa nama baik madrasah di ajang kejuaraan mendatang.
“Setiap anak panah yang melesat adalah simbol doa dan usaha,” ungkap salah satu anggota sambil mengemasi perlengkapan latihannya.
“Semoga kami bisa tepat membidik prestasi — bukan hanya di lapangan, tapi juga dalam kehidupan.” (HT-Humas)
|
71x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kota Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...