
JAMBI – Seiring maraknya pembelajaran berbasis media interaktif, edtech, dan gaya digital learning di seluruh Indonesia, pengawasan ketat terhadap kualitas pembelajaran juga semakin menjadi sorotan nasional. Di tengah fenomena tersebut, di MAN 2 Kota Jambi hari ini berlangsung supervisi pembelajaran bahasa Inggris yang menarik dan sesuai dengan “tren pembelajaran” generasi Z. Pengawasan dilakukan oleh Mr. Herbon Kosassih terhadap guru bahasa Inggris Mr. Hartono dengan materi analytical exposition text, yang menekankan pada kemampuan siswa untuk mengungkapkan ide dan meyakinkan pembaca melalui tulisan yang dilengkapi bukti-bukti kuat.
Mr. Hartono mengawali sesi dengan menggugah antusiasme siswa melalui tayangan video dan kuis daring yang memancing diskusi aktif. Media interaktif seperti kuis live, polling di layar kelas, dan alat bantu visual menjadi jembatan antara teori dan praktik. “Tujuan kita bukan sekedar membuat tulisan panjang, tapi bagaimana siswa mampu menyampaikan sudut pandang — berbasis bukti— dan meyakinkan pembaca,” ujar Mr. Herbon Kosassih saat melakukan observasi langsung.
Suasana kelas pun tampak hidup. Salah satu siswa, Qori Virgin Aura Ilham, menyampaikan bahwa kelas terasa “menarik, penjelasannya seru. Kami jadi mudah paham karena media-nya juga menarik untuk menyampaikan materi.” Sementara itu, Exan Al Habsyi menambahkan: “Kami terbawa suasana pembahasan yang seru karena menggunakan media interaktif yang mempermudah kami memahami pembelajaran yang disampaikan.”
Dalam praktik materi analytical exposition, siswa diajak menyusun argumen tertulis terkait topik “social media impact” dan “digital learning era” yang sejatinya merefleksikan keyword populer nasional seperti chatGPT, YouTube, TikTok, Instagram, wa web, canva, translate Inggris-Indonesia, kelas online, cuaca, dan download video TikTok. Dengan demikian, proses belajar tidak hanya relevan terhadap kompetensi bahasa Inggris, tetapi juga menyentuh konteks digital dan literasi media yang belakangan banyak dicari dan dibahas masyarakat.
Mr. Herbon menyoroti bahwa penggunaan media ini bukan sekadar untuk “menarik” tetapi sebagai strategi agar siswa dapat mengeksplorasi ide mereka dengan aktif: “Ketika siswa merasa termotivasi dan nyaman dengan media, maka proses berpikir kritis dan menulis argumentasi juga meningkat. Ini penting dalam era di mana digital learning dan media interaktif menjadi bagian tak terpisahkan dari pendidikan.”
Kegiatan supervisi ini menjadi bukti bahwa MAN 2 Kota Jambi tak hanya mengikuti perkembangan zaman tetapi juga memadukan kurikulum bahasa Inggris dengan literasi media yang relevan. Menyusul supervisi tersebut, Mr. Hartono berencana menggelar “writing clinic” untuk siswa, memanfaatkan platform daring dan blok writing sebagai sarana tambahan. Pemanfaatan tools seperti Canva untuk mendukung visual tulisan dan integrasi kuis melalui YouTube atau polling media sosial diproyeksikan akan semakin memperkaya dinamika pembelajaran.
Sebagai penutup, kegiatan ini menjadi contoh bahwa pembelajaran bahasa Inggris di tingkat menengah atas tidak lagi sekadar membaca dan menghafal, melainkan mengasah kemampuan generasi muda dalam menulis dengan tujuan meyakinkan — sesuai dengan tren nasional dalam literasi, digital media, dan pembelajaran anak muda. Dengan pendekatan ini, MAN 2 Kota Jambi membuktikan bahwa kualitas pembelajaran dapat meningkat lewat inovasi — dan langkah berikutnya adalah memastikan semua siswa mampu menuliskan ide mereka dengan percaya diri dan bukti yang kuat. (AA-HUMAS)
|
80x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kota Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...