
Kota Jambi (31/10) - Anggota ekstrakurikuler Pramuka MAN 2 Kota Jambi turut ambil bagian dalam kegiatan sosialisasi dan simulasi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang diselenggarakan oleh Gerakan Pramuka Kwartir Daerah Provinsi Jambi di Bumi Perkemahan Sungai Gelam, Muaro Jambi. Kegiatan ini menghadirkan berbagai instansi terkait, antara lain Damkar, Kwarda, Babinsa, serta unsur penanggulangan bencana daerah, dengan tujuan meningkatkan kesiapsiagaan dan keterampilan penanggulangan karhutla di tingkat lokal.
Duta dari Ambalan Sunan Kalijaga MAN 2 Kota Jambi yang hadir pada kegiatan ini adalah Fakrim Irhami, Faris Fatih Mulya, Muhammad Refaldi, Muhammad Ridho Akbar, dan Sandya Ramadhan. Mereka mengikuti rangkaian materi yang mencakup identifikasi titik panas, teknik pemadaman awal, pembuatan sekat bakar (firebreak), serta koordinasi lintas-instansi saat kebakaran meluas.
Fakrim Irhami, salah satu peserta dari MAN 2 Kota Jambi, menyambut positif kegiatan tersebut. "Kegiatannya sangat bermanfaat dan kami mendapatkan pengetahuan baik secara teori maupun praktek tentang bagaimana cara penanggulangan karhutla," ujarnya. Fakrim menambahkan bahwa simulasi lapangan memberi pengalaman praktis yang selama ini hanya dipelajari secara teori dalam pembinaan Pramuka.
Kegiatan sosialisasi ini berlangsung di tengah meningkatnya kejadian karhutla di Provinsi Jambi. Berdasarkan catatan BPBD Provinsi Jambi dan laporan instansi terkait, luasan karhutla di provinsi ini sempat tercatat ratusan hektare pada periode tahun 2025. Data sementara yang dilaporkan per 28 Juli 2025 menyebutkan luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 421,77 hektare, angka yang menunjukkan kerentanan wilayah gambut dan lahan kering di Jambi terhadap kebakaran saat musim kemarau.
Penanggung jawab kegiatan dari Kwartir Daerah menjelaskan bahwa simulasi tersebut dirancang agar peserta - khususnya generasi muda yang tergabung dalam Gerakan Pramuka - memahami peran awal masyarakat dan institusi lokal saat kebakaran terjadi. Latihan praktik meliputi penggunaan alat pemadam ringan, teknik komunikasi darurat, dan langkah-langkah evakuasi bila kebakaran mengancam pemukiman sekitar kawasan gambut.
Kegiatan di Bumi Perkemahan Sungai Gelam dipilih karena lokasi tersebut berfungsi sebagai pusat kegiatan Pramuka di daerah dan memiliki akses lapangan yang memungkinkan simulasi berskala kecil hingga menengah. Selain itu, penyelenggara berharap peserta dapat membawa pengetahuan ini pulang ke sekolah dan lingkungan masing-masing untuk meningkatkan kewaspadaan komunitas terhadap ancaman karhutla. (HT-Humas)
|
85x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kota Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...