
Kota Jambi — Tiga siswa MAN 2 Kota Jambi terpilih untuk mengikuti Pelatihan Content Creator dan Batik Bhinneka Tunggal Ika (BBTI) yang diselenggarakan oleh Institut Pluralisme Indonesia (IPI) melalui platform Zoom Meeting, Jumat (31/10/2025). Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan keterampilan digital dan memperkuat pemahaman generasi muda terhadap nilai-nilai kebhinekaan melalui media kreatif dan warisan budaya bangsa, yakni batik.
Adapun siswa MAN 2 Kota Jambi yang terlibat dalam pelatihan tersebut ialah Kaira Artha Maydina (XI F7), Zulfa Sodiqotunnisa (XI F9), dan Sandya Ramadhan (XI F5). Ketiganya mengikuti sesi pelatihan dengan antusias, di mana peserta diperkenalkan pada dua bidang yang saling melengkapi: pembuatan konten digital yang edukatif dan pengenalan makna batik sebagai simbol persatuan dalam keberagaman Indonesia.
Melalui pelatihan ini, peserta diajak memahami bahwa batik bukan sekadar kain bermotif indah, tetapi juga simbol identitas bangsa yang sarat nilai filosofis dan makna kebersamaan. Motif-motif batik dari berbagai daerah menggambarkan kekayaan budaya Nusantara yang berbeda-beda namun berpadu dalam satu kesatuan, sejalan dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika.
Para narasumber dari Institut Pluralisme Indonesia menjelaskan bahwa pelatihan ini memiliki dua dimensi penting:
Pelatihan Content Creator, yang berfokus pada kemampuan membuat konten positif, kreatif, dan berwawasan kebangsaan di media digital.
Pelatihan BBTI (Batik Bhinneka Tunggal Ika), yang mengajak peserta menelusuri filosofi batik, sekaligus menciptakan karya visual yang mengandung pesan toleransi, persatuan, dan harmoni.
Salah satu peserta, Zulfa Sodiqotunnisa (XI F9), menyampaikan kesan positifnya terhadap kegiatan ini.
“Saya sangat senang, karena kegiatan ini membantu kita memahami bahwa perbedaan tetap satu itu juga ada di dalam batik. Nilai-nilai itu bisa kita tuangkan dalam konten digital agar semakin banyak orang memahami makna kebersamaan dalam perbedaan,” ungkapnya dengan penuh semangat.
Zulfa menambahkan bahwa melalui pelatihan ini, siswa dapat berperan aktif sebagai content creator muda yang mengedukasi masyarakat tentang toleransi dan keberagaman. Konten yang dibuat tidak hanya menonjolkan estetika, tetapi juga menyampaikan pesan moral dan kebangsaan yang relevan bagi generasi masa kini.
Kegiatan ini juga menyoroti pentingnya peran pemuda sebagai agen perubahan di era digital. Dengan kemampuan literasi digital yang baik, para pelajar diharapkan mampu menggunakan teknologi untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan, bukan sebaliknya.
Pelatihan yang digelar oleh IPI ini menjadi ruang belajar yang inspiratif bagi siswa MAN 2 Kota Jambi untuk terus berkarya dan berpikir kritis. Melalui kolaborasi antara tradisi dan teknologi, mereka tidak hanya belajar membuat konten, tetapi juga menumbuhkan rasa bangga terhadap warisan budaya bangsa.
Batik, dalam konteks ini, menjadi jembatan antara kreativitas modern dan akar budaya Indonesia. Setiap motif dan warna mencerminkan keanekaragaman yang membentuk identitas nasional. Melalui tangan-tangan muda kreatif seperti Kaira, Zulfa, dan Sandya, pesan tentang persatuan dan toleransi terus hidup dan diteruskan kepada masyarakat luas.
Dengan semangat kebhinekaan dan semangat digital, siswa MAN 2 Kota Jambi membuktikan bahwa pemuda masa kini bisa menjadi penggerak budaya dan penjaga nilai-nilai bangsa—bahkan dari balik layar Zoom Meeting. (HT-Humas)
|
81x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kota Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...