
Kota Jambi (MAN 2)-- 14 Februari, telah dinobatkan kaum muda se-dunia sebagai Valentine Day, hari kasih sayang. Hari di mana semua orang ‘bebas’ mengekspresikan kasih sayangnya kepada orang terkasih. Simbol dari pernyataan kasih sayang itu, salah satunya dengan pemberian hadiah berupa coklat. Well, kita sudah terbiasa melihat dan merasakan betapa kebanyakan orang telah menerima kenyataan bahwa memang tanggal 14 Februari itu hari H-nya orang berkasih sayang. Hmmmm……
Tapi, tunggu dulu, rupanya tidak semua anak muda terkontaminasi virus V-Day! Buktinya, siswa-siswi MAN 2 Kota Jambi, dengan dimotori oleh OSIM (Organisasi Siswa Intra Madrasah) telah bersepakat untuk Say No! to Valentine Day. Ketika ditanya mengapa? Jawab mereka dengan mantap adalah karena V-Day bagi umat Islam adalah mengotori aqidah. Benarkah?? Yuk kita lihat sejarah peringatan Hari Kasih Sayang se-dunia itu.
Dari penulis Isdaryanto (www.isdaryanto.com), diperoleh infomasi bahwa Valentine Day ini sarat dengan hal-hal yang mengandung bibit-bibit kemusyrikan. Dengan bersumber kepada Encyclopedia Britannica, penulis menguraikan sejarah Valentine Day dalam beberapa versi. Versi yang paling dikenal adalah versi yang menceritakan bahwa pada masa kekaisaran Romawi, Kaisar Claudius II, ada anggapan bahwa tentara muda bujangan lebih tabah dan kuat dalam medan peperangan dari pada orang yang menikah. Kaisar lalu melarang para pemuda untuk menikah, namun St.Valentine melanggarnya dan diam-diam menikahkan banyak pemuda sehingga iapun ditangkap dan dihukum gantung pada 14 Februari 269 M (lihat: The World Book Encyclopedia). Valentine Day kemudian didedikasikan kepada pengorbanan St.Valentine.
Versi lain mengungkapkan bahwa kata “Valentine†berasal dari Bahasa Latin yang berarti : “Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat dan Yang Maha Kuasaâ€. Kata ini ditujukan kepada Nimrod dan Lupercus, tuhannya orang Romawi. Adapun Cupid sibayi bersayap yang membawa-bawa panah itu, disebutkan sebagai putra Nimrod yang dijadikan ikon para pencinta. Cupid dijadikan ikon karena wajahnya yang rupawan dan diburu para wanita. Konon, iapun berzina dengan ibunya sendiri. Naudzubillahi min dzalik.
Kembali kepada kesepakatan siswa-siswi MAN 2 Kota Jambi untuk menolak Valentine Day, InsyaAllah mereka semua menyadari sepenuhnya bahwa aqidah seorang muslim itu, haruslah bersih dari segala jenis kesyirikan, dari syirik yang paling kecil apalagi syirik yang besar. Semoga Allah selalu menjaga kita semua. Aamiin.
Pewarta : Ai Wardah Mardiah
Copyright : ©Humas-MAN2Kota Jambi
|
1992x
Dibaca |
Untuk Wilayah Kota Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...