
JAMBI — Senin (3/11/2025), Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025 di MAN 2 Kota Jambi berlangsung dengan suasana yang tertib, fokus, dan penuh keseriusan. Sejak pagi, para peserta didik kelas XII sudah tampak memadati area Gedung Multimedia, tempat ujian dilaksanakan. Namun, berbeda dari hari-hari biasa, kali ini mereka harus meninggalkan satu benda yang sudah menjadi bagian dari keseharian mereka — telepon genggam (HP).
Kebijakan larangan membawa HP ke ruang ujian diterapkan secara ketat oleh panitia pelaksana. Setiap siswa diminta menitipkan perangkat komunikasi mereka sebelum memasuki ruang TKA. Petugas pengawas memastikan tidak ada peserta yang membawa barang terlarang agar ujian berjalan dengan jujur dan disiplin.
Begitu bel tanda ujian dimulai, suasana gedung berubah hening. Hanya terdengar suara klik dari mouse dan ketikan lembut di papan keyboard. Raut wajah para peserta menggambarkan kesungguhan mereka. Tidak ada distraksi, tidak ada gangguan notifikasi — hanya fokus dan konsentrasi penuh menghadapi soal yang terpampang di layar komputer.
Salah satu pengawas ujian menuturkan bahwa suasana kali ini terasa lebih tenang dibanding pelaksanaan ujian sebelumnya. “Ketika siswa tidak membawa HP, mereka lebih fokus. Tidak ada rasa cemas akan pesan atau panggilan masuk. Mereka benar-benar bisa berkonsentrasi pada ujian,” ujarnya dengan senyum puas.
Kebijakan ini mendapat apresiasi dari pengawas silang yang bertugas di MAN 2 Kota Jambi, Maria Ulfa dari MA Al Kinanah dan Muhidin dari madrasah mitra lainnya. Keduanya menilai sistem yang diterapkan oleh panitia menunjukkan kedisiplinan tinggi dan komitmen kuat terhadap integritas akademik. “Ini langkah yang sangat baik. Larangan membawa HP bukan hanya soal aturan, tetapi tentang membentuk karakter jujur dan bertanggung jawab,” ujar Maria Ulfa.
Sementara itu, Muhidin menambahkan bahwa penerapan sistem Computer Based Test (CBT) di MAN 2 Kota Jambi telah berjalan dengan sangat baik. “Tidak ada gangguan teknis, semuanya tertib. Para peserta terlihat siap, dan panitia pun bekerja profesional,” katanya.
Di luar ruang ujian, beberapa guru terlihat memberikan semangat kepada peserta yang menunggu giliran sesi berikutnya. Beberapa siswa tampak menunduk berdoa sebelum masuk ruangan, menandakan betapa seriusnya mereka memaknai ujian ini.
Larangan membawa HP ternyata memberi kesan mendalam bagi para siswa. Salah seorang peserta mengaku merasa lebih tenang tanpa ponsel di tangan. “Awalnya agak aneh, tapi ternyata lebih fokus. Rasanya seperti benar-benar kembali pada tujuan belajar,” ujarnya usai menyelesaikan sesi ujian.
Pelaksanaan TKA di MAN 2 Kota Jambi hari pertama ini menjadi gambaran nyata komitmen madrasah dalam menegakkan disiplin, kejujuran, dan ketertiban dalam setiap proses evaluasi. Tanpa HP, tanpa gangguan, para siswa benar-benar belajar untuk mengandalkan kemampuan diri sendiri — sebuah nilai yang jauh lebih bermakna daripada sekadar angka di lembar hasil ujian.(AA-Humas)
|
68x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kota Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...