
Kota Jambi - Semakin dekat dengan hari perlombaan monolog, para aktor dan aktris Teater Alief MAN 2 Kota Jambi terus menunjukkan semangat dan kesungguhan mereka dalam berlatih. Hari ini, Selasa (4/11), latihan terasa semakin spesial karena para pemeran mulai berlatih dengan menggunakan kostum tampil untuk pertama kalinya. Suasana latihan pun dipenuhi dengan antusiasme, tawa, sekaligus keseriusan dari para pemain dan tim produksi yang telah bekerja keras selama beberapa minggu terakhir.
Salah satu penulis naskah monolog, M. Irsyad Mubassir—yang akrab disapa Icad—menjadi sosok penting di balik karya yang akan dibawakan oleh dua aktris muda berbakat, Maharani Putri Aries dan Siti Mutya A. Zahira. Dalam sesi latihan tersebut, Icad menyampaikan rasa bangganya atas perkembangan yang dicapai kedua aktris binaannya.
“Saya selaku penggarap Maharani Putri Aries, turut bangga dan mengapresiasi atas progress dan perjuangannya dari awal. Untuk latihan hari ini, saya melihat perkembangan dari aktris saya, tidak hanya Maharani, tapi juga Siti Mutya yang sudah semangat berpartisipasi dalam kegiatan ini,” ujar Icad.
Ia juga menuturkan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh anggota tim Teater Alief yang telah memberikan dukungan penuh dalam proses kreatif ini.
“Saya sangat berterima kasih banyak kepada teman-teman rekan kerja, terutama Sutradara, Penggarap, Musik, Artistik, Tata Rias, Dokumentasi, dan terutama para kakak dan abang yang sudah mau memberikan bantuan—mulai dari ide, masukan, hingga dukungan semangat. Tanpa mereka, latihan ini tidak akan sehidup ini,” tambahnya dengan penuh rasa syukur.
Lebih lanjut, Icad juga menyampaikan harapannya agar para pemain dapat memberikan penampilan terbaik saat tampil di Teater Arena nanti.
“Saya berharap, pada saat tampil di lokasi teater, mereka dapat memberikan penampilan semaksimal yang mereka bisa. Semoga semua usaha dan latihan panjang ini berbuah hasil yang memuaskan,” ungkapnya penuh harap.
Tak hanya sebagai penulis naskah, Icad juga merasakan banyak pembelajaran berharga selama proses latihan berlangsung.
“Saya juga banyak belajar dari sini—belajar tentang kekompakan dalam kelompok, tentang bagaimana saling memahami dan bekerja sama. Banyak sedih dan tawa yang saya dapati, banyak pengalaman baru juga. Intinya, saya sangat bangga karena dipercayai menjadi penggarap naskah. Semoga ke depannya saya dan teman-teman terus bisa meng-upgrade skill dan kualitas yang kami miliki,” tuturnya menutup wawancara.
Dengan semangat yang terus menyala dan kerja keras yang tak henti, Teater Alief MAN 2 Kota Jambi membuktikan bahwa seni bukan hanya soal tampil di atas panggung, tetapi juga tentang proses, perjuangan, dan kebersamaan yang mengiringinya. Selamat berproses, Teater Alief — semoga langkah menuju panggung monolog menjadi awal dari prestasi yang gemilang! (HT-Humas)
|
141x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kota Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...