
Kota Jambi (MAN 2)-Meski masih 20 hari jelang hari-H peringatan Isra Mi'raj Nabi Besar Muhammad Shalallahu 'alaihi wa Salam dalam kalender nasional kita, hari ini Kamis (5/3) civitas akademika MAN 2 Kota Jambi memperingati peristiwa penting dalam sejarah Islam. Kegiatan peringatan ini, diselenggarakan oleh ekskul bidang keagamaan di bawah binaan M. Adong, S.Ag dengan menghadirkan da’i Ustadz Ahmad Mubasyir Munzir.
Dalam ceramahnya, da’i lulusan Tarim, Hadramaut ini meyampaikan bahwa sebagai suatu peristiwa, Isra Miraj ini tidak mudah untuk dipahami orang, apatah lagi jika hanya menggunakan kekuatan akal logika atau nalar. Masa itu, selepas perjalanannya yang hanya memakan waktu semalam saja, Rasulullah menyampaikan kabar bahwa dirinya secara fisik dan ruh, telah menempuh perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa di Palestina, kemudian berlanjut ke Sidratul Muntaha di langit yang ketujuh.
Tentu saja, kabar ini mencengangkan ramai orang. Sebagian kaum Quraisy malah ramai mencela Rasulullah sebagai orang gila karena mustahilnya peristiwa itu, tetapi tidak bagi para pengikut setia dan sahabat Rasulullah. Dengan demikian, tidaklah berlebihan apabila peristiwa Isra Mi’raj dijadikan sebagai momentum pembuktian keimanan kepada Allah dan Rasul-Nya, karena ketika mendapatkan kabar di luar jangkauan logika, tentu hanya imanlah yang bisa mempercayainya.
Berkaitan dengan aspek ritual peribadatan, Isra’ Miraj yang dilakukan Rasulullah bermaksud untuk menjemput perintah shalat. Shalat wajib yang saat ini diperintahkan dalam 5 waktu sebanyak 17 rakaat, adalah salah satu sarana seorang ‘abid untuk mendekatkan diri kepada Tuhannya.
Dalam kesempatan yang sama, Ustadz muda dari Jambi seberang ini menyampaikan motivasinya kepada seluruh siswa-siswi MAN 2 Kota Jambi untuk bersungguh-sungguh menuntut ilmu dan memanfaatkan masa muda dengan sebaik-baiknya. Diibaratkannya bahwa kehidupan manusia laksana satu hari. Pagi hari belajar, Siang bekerja, Sore makan dan malam beristirahat. Pagi hari belajar maknanya, di masa muda mesti memanfaatkan waktunya untuk menuntut ilmu, selepas itu mengaplikasikannya dalam dunia kerja. Adapun waktu sore waktunya makan, bermakna setelah bekerja sungguh-sungguh, tinggal menikmati hasilnya, diakhiri dengan masa rehat panjang di hari tua setelah mengisi hidup ini dengan sebaik-baiknya.
Sebagai penutup, ustadz berserban putih ini, mengajak khalayak untuk mengamalkan doa (yang diajarkan Rasulullah kepada) Abu Bakar Shiddiq dan memotivasi mustami untuk selalu mningkatkan kualitas ibadah dan keimanan kita.
Pewarta : Pudya Zuheiria
Editor : Ai Wardah Mardiah
©Copyright Humas MAN 2 Kota Jambi
|
1391x
Dibaca |
Untuk Wilayah Kota Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...