
Serang, 12 November 2025 — Upaya membangun generasi madrasah yang unggul di era teknologi terus digencarkan. Salah satunya melalui Talk Show bertajuk “Membangun Generasi Madrasah yang Kreatif dan Inovatif melalui Pembelajaran Berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics)” yang digelar di Ballroom Asrama Haji Banten, Selasa (12/11/2025).
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi, praktisi pendidikan, dan pengembang kurikulum yang menyoroti pentingnya penerapan pendekatan STEM di lingkungan madrasah. Melalui metode ini, peserta didik tidak hanya diajak memahami konsep keilmuan secara teoritis, tetapi juga bagaimana menerapkannya dalam kehidupan nyata dengan cara yang kreatif dan solutif.
Salah satu peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut adalah Lina Wahyuni, S.Pd, guru MAN 2 Kota Jambi yang dikenal aktif dalam pembinaan riset dan pengembangan inovasi pembelajaran. Lina menuturkan bahwa kegiatan ini memberikan wawasan baru tentang bagaimana STEM dapat menjadi pintu masuk bagi siswa madrasah untuk bersaing dalam dunia sains dan teknologi.
“Pendekatan STEM sangat relevan untuk diterapkan di madrasah. Tidak hanya melatih logika dan analisis siswa, tapi juga menumbuhkan kreativitas, kolaborasi, dan kemampuan berpikir kritis yang dibutuhkan di abad ke-21,” ujar Lina Wahyuni usai mengikuti sesi diskusi panel.
Selain memperkaya pengetahuan, talk show ini juga menjadi ajang kolaborasi antar pendidik dari berbagai madrasah se-Indonesia. Para peserta saling bertukar ide dan pengalaman mengenai implementasi STEM dalam mata pelajaran, baik di bidang sains maupun sosial.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan Madrasah (KSKK) Kementerian Agama RI ini menjadi momentum penting dalam mendorong madrasah bertransformasi menuju pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Dengan semangat tersebut, Lina Wahyuni berharap pengalaman yang diperolehnya dapat diterapkan di MAN 2 Kota Jambi untuk mengembangkan model pembelajaran yang lebih kontekstual dan menarik bagi peserta didik.
“Kami ingin siswa madrasah tidak hanya religius dan berakhlak mulia, tapi juga melek sains dan teknologi. Itulah makna sesungguhnya dari generasi madrasah yang kreatif dan inovatif,” tambahnya.
Talk show ini ditutup dengan sesi komitmen bersama para peserta untuk menerapkan pendekatan STEM dalam proses belajar-mengajar di madrasah masing-masing, sebagai langkah nyata menuju pendidikan Islam yang modern dan berdaya saing global.(AA-Humas)
|
69x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kota Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...