
KOTA JAMBI – Di ruang kelas yang terasa hangat oleh interaksi belajar, Amat Ariyadi, guru sejarah MAN 2 Kota Jambi, tampak memaparkan materi tentang masa Orde Baru. Sambil menjelaskan dinamika politik dan pembangunan ekonomi pada masa itu, ia mendapat pengamatan langsung dari supervisor madrasah, Rahayu Eulandari, yang tengah melaksanakan kegiatan supervisi akademik sebagai bagian dari Program Penilaian Kinerja Guru (PKG).
Kegiatan supervisi ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan bagian penting dari upaya madrasah dalam menjaga kualitas pembelajaran dan meningkatkan profesionalisme guru. Prosesnya dimulai dari tahap perencanaan, di mana supervisor dan guru berdiskusi tentang perangkat ajar, metode pembelajaran, serta tujuan yang ingin dicapai dalam sesi supervisi.
“Perencanaan menjadi tahap penting agar proses pembelajaran bisa berlangsung terarah dan sesuai dengan karakter peserta didik,” ujar Rahayu Eulandari. Ia menambahkan, supervisi dilakukan bukan untuk menilai semata, melainkan untuk memberikan ruang refleksi dan penguatan terhadap praktik mengajar yang sudah dilakukan.
Saat kegiatan berlangsung, suasana kelas terlihat interaktif. Amat Ariyadi menggunakan pendekatan kontekstual dalam menjelaskan peristiwa Orde Baru, mengaitkan sejarah dengan realitas sosial masa kini. Peserta didik pun tampak antusias menanggapi pertanyaan dan berdiskusi tentang perubahan politik di era tersebut.
Rahayu mencatat berbagai aspek positif dalam pembelajaran, seperti penguasaan materi dan kemampuan guru mengaitkan tema sejarah dengan nilai-nilai kebangsaan. Meski demikian, beberapa catatan perbaikan juga diberikan, terutama pada pengelolaan waktu dan variasi media pembelajaran agar suasana kelas semakin dinamis.
Tahap terakhir dalam kegiatan ini adalah refleksi, di mana guru dan supervisor duduk bersama membahas hasil supervisi secara terbuka. Dalam sesi itu, Amat Ariyadi mengakui bahwa kegiatan supervisi memberinya banyak manfaat, terutama dalam melihat kembali efektivitas strategi mengajarnya.
“Supervisi seperti ini membuat saya bisa menilai kembali bagaimana cara saya mengajar, apakah sudah cukup interaktif dan bermakna bagi siswa. Masukan dari supervisor sangat membantu untuk pengembangan profesional saya,” ungkapnya.
Melalui kegiatan supervisi, MAN 2 Kota Jambi terus meneguhkan komitmennya untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang reflektif, kolaboratif, dan berorientasi pada peningkatan mutu pembelajaran. Karena bagi madrasah ini, supervisi bukan sekadar evaluasi — melainkan proses tumbuh bersama menuju pendidikan yang lebih bermakna.(AA-Humas)
|
83x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kota Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...