
Kota Jambi — Prosesi pengibaran bendera Merah Putih pada Upacara Peringatan Hari Guru Nasional 2025 di halaman MAN 2 Kota Jambi berlangsung dengan penuh kehormatan dan keteduhan suasana. Ketika komando diberikan, seluruh pasang mata tertuju pada trio pengibar yang terdiri atas Frischa Aulia, S.Pd., sebagai pembentang bendera; Syafira, S.Pd., sebagai pembawa bendera; dan Sukmawati, S.Pd., sebagai pengerek bendera — tiga sosok pendidik yang dipercaya mengemban tugas mulia mengibarkan Sang Saka Merah Putih pada momentum istimewa ini.
Keselarasan gerak ketiganya terpancar sejak langkah serempak pertama meninggalkan formasi. Gestur, ritme, dan ketegapan sikap begitu harmonis, menciptakan pemandangan upacara yang tidak hanya tertib, tetapi juga sarat wibawa. Kekompakan gerak dan akurasi penarikan bendera menjadi harmoni indah di tengah lapangan upacara, seolah mempertegas makna bahwa pengibaran bendera bukan sekadar prosesi, tetapi sebuah bentuk penghormatan terhadap perjuangan guru, pendidik, dan seluruh insan akademik.
Saat kain Merah Putih mulai terbentang di udara, halaman upacara seketika hening—menyisakan hanya suara kibaran bendera yang menyatu dengan suasana sejuk pagi itu. Frischa memastikan pembentangan bendera sempurna, sementara Syafira mengatur ritme langkah dan penyerahan dengan ketenangan penuh penghayatan. Pada saat yang bersamaan, Sukmawati memegang kendali pengerek dengan presisi tinggi hingga Sang Merah Putih perlahan mencapai puncak tiang dengan tegap dan gagah.
Para guru dan siswa yang hadir tampak larut dalam suasana haru dan kebanggaan. Salah satu guru menyampaikan apresiasi mendalam usai prosesi. “Pengibaran bendera hari ini menunjukkan bahwa pengabdian pendidik tidak hanya terlihat di dalam kelas, tetapi juga dalam kedisiplinan dan penghormatan terhadap simbol negara. Trio pengibar menjalankan tugasnya dengan penuh martabat dan rasa tanggung jawab. Ini bukan hanya prosesi upacara, tetapi refleksi dari kecintaan kita pada dunia pendidikan dan Tanah Air,” ujarnya.
Kepala MAN 2 Kota Jambi, Andi Asfiron, S.Pd.I., turut menyampaikan rasa bangga dan penghargaan kepada trio pengibar. Beliau menekankan bahwa kelancaran dan keanggunan pengibaran bendera pada pagi ini bukanlah momen yang diperoleh secara instan, melainkan buah dari kerja keras, latihan intensif, disiplin, dan konsistensi. “Kita menyaksikan prosesi yang rapi, presisi, dan berwibawa. Ini bukti bahwa hasil terbaik hanya dapat diraih dengan usaha sungguh-sungguh. Ibu-ibu guru yang bertugas hari ini memberi teladan nyata tentang profesionalitas dan dedikasi. Saya berharap seluruh siswa mencontoh semangat mereka—bahwa apa pun yang kita lakukan harus disertai kesungguhan dan tanggung jawab,” tegasnya.
Prosesi pengibaran bendera tersebut menjadi salah satu momen paling berkesan dalam upacara Hari Guru Nasional tahun ini. Dengan pelaksanaan yang nyaris sempurna, trio pengibar bendera tidak hanya menuntaskan tugas kehormatan mereka, tetapi juga menghadirkan teladan keteguhan, kedisiplinan, dan profesionalitas bagi seluruh warga madrasah.
Pengibaran Sang Merah Putih pada pagi bersejarah tersebut menjadi simbol kecintaan pada profesi pendidik, kebanggaan terhadap tugas mulia mencerdaskan kehidupan bangsa, serta komitmen menjaga marwah pendidikan Indonesia. Momen itu akan dikenang sebagai penghormatan bermartabat bagi guru—sosok pahlawan tanpa tanda jasa yang selalu menyalakan cahaya ilmu. (HT-Humas)
|
60x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kota Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...