
Kota Jambi — Pelaksanaan Penilaian Akhir Semester (PAS) Ganjil bagi siswa kelas XI MAN 2 Kota Jambi pada Rabu, 26 November 2025 berlangsung dalam suasana yang penuh konsentrasi, terutama bagi siswa peminatan Teknik di kelas XI F1, XI F4, dan XI F9 yang hari itu mengikuti ujian mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKN).
Sejak pagi, aktivitas para siswa tampak padat dengan berbagai persiapan menghadapi ujian PKN. Para siswa berdatangan membawa ringkasan materi PKN yang telah mereka siapkan sejak beberapa hari sebelumnya—mulai dari konsep nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bernegara, pelaksanaan sistem demokrasi, hingga peran warga negara dalam menjaga keutuhan NKRI. Meski udara terasa cukup hangat, antusiasme siswa tidak surut untuk menghadapi mata pelajaran yang menuntut pemahaman mendalam, analisis kritis, dan kemampuan menghubungkan konsep dengan realitas sosial.
Di sepanjang lorong kelas, terlihat berbagai cara siswa mempersiapkan diri. Ada yang membuka kembali poin-poin penting mengenai konstitusi, ada yang berdiskusi cepat tentang bentuk dan prinsip negara hukum, sementara sebagian lainnya memilih menenangkan diri sambil memejamkan mata untuk mengatur fokus sebelum ujian dimulai. Bagi siswa kelas XI, ujian PKN tidak hanya tentang mengingat konsep, tetapi memahami penerapan nilai kebangsaan dalam kehidupan nyata.
Setelah ujian berakhir, tiga siswa memberikan tanggapan mengenai pengalaman mereka mengerjakan soal PKN tersebut. Ketiganya menggambarkan ragam perspektif dan kondisi yang mereka alami di ruang ujian.
Tanggapan pertama datang dari siswa XI F1 yang tampak sangat optimis dengan pengerjaannya. Ia telah mempersiapkan diri secara intens, terutama pada materi Pancasila sebagai ideologi terbuka serta hak dan kewajiban warga negara.
“Alhamdulillah, saya cukup yakin dengan hasilnya. Banyak soal yang sesuai dengan rangkuman yang saya pelajari, terutama tentang penerapan nilai demokrasi dan konsep negara hukum. Pas ngerjain juga lancar karena materinya udah saya ulang dari kemarin. Semoga hasilnya memuaskan, InsyaAllah,” ungkapnya dengan senyum lega.
Berbeda dari itu, siswa XI F4 mengaku merasa 50:50, bukan karena kurang memahami materi, tetapi karena sempat mengalami kendala jaringan pada perangkat ujian.
“Secara materi saya cukup paham, terutama bagian konstitusi dan lembaga negara. Tapi tadi sempat ada gangguan jaringan beberapa menit, jadi agak panik dan fokusnya buyar. Alhamdulillah bisa lanjut lagi, tapi ya hasilnya saya masih ragu-ragu. Semoga tetap dapat yang terbaik,” tuturnya dengan nada campuran antara lega dan khawatir.
Sementara itu, siswa dari XI F9 memberikan tanggapan dengan nada lebih tenang. Ia mengaku sudah mengerjakan yang terbaik dan kini memilih pasrah pada hasilnya.
“Dari sisi materi saya sudah belajar semua, terutama soal dinamika persatuan dan ancaman terhadap NKRI. Waktu ngerjain juga sebisanya saya jawab sesuai yang saya pahami. Jadi ya nothing to lose saja. Udah usaha maksimal, sisanya saya serahkan sama Allah SWT. Semoga ada hasil yang baik,” ujarnya.
Tiga tanggapan tersebut menunjukkan bahwa ujian PKN tidak hanya bergantung pada penguasaan materi, tetapi juga kesiapan teknis, ketenangan, dan kemampuan mengolah pemahaman konsep kenegaraan secara mendalam. Meski menghadapi tantangan yang berbeda, para siswa kelas XI tetap berupaya memberikan usaha terbaik mereka.
Pihak madrasah berharap pelaksanaan PAS Ganjil ini menjadi pengalaman belajar yang bermakna bagi seluruh siswa, baik dari segi penguasaan materi kewarganegaraan maupun kesiapan menghadapi ujian di masa mendatang.
Semangat selalu untuk siswa XI F1, XI F4, dan XI F9! Terus belajar, tetap percaya diri, dan jadikan setiap ujian sebagai langkah menuju pemahaman yang lebih matang tentang kehidupan berbangsa dan bernegara. (HT-Humas)
|
57x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kota Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...