
Kota Jambi — Ada suasana berbeda yang dirasakan Ali Mas’ud saat melangkahkan kaki menuju arena Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-55 tingkat Kota Jambi yang digelar di Kecamatan Pelayangan. Bukan lagi sebagai peserta seperti masa mudanya, guru MAN 2 Kota Jambi yang dikenal dekat dengan dunia tilawah ini kini duduk di kursi terhormat: sebagai dewan hakim pada cabang Tilawah, golongan Qiraat Mujawwad dan Murattal.
Ali Mas’ud memang bukan nama asing dalam kancah MTQ. Sejak muda ia sudah akrab dengan mikrofon, mimbar, dan lantunan ayat-ayat suci. Pengalamannya sebagai peserta di berbagai ajang membuatnya kini tampil matang sebagai pembina, pelatih, sekaligus sosok yang dipercaya mengemban objektivitas dalam penilaian.
Saat ditemui Tim Humas MAN 2 Kota Jambi di sela-sela pelaksanaan MTQ, Ali Mas’ud bercerita tentang perjalanan panjangnya. Dengan senyum hangat, ia mengenang masa-masa muda ketika berkompetisi. “Dulu saya berdiri di panggung sebagai peserta, merasakan deg-degannya menunggu giliran, mempersiapkan suara dan makhraj. Sekarang saya duduk sebagai hakim, tanggung jawabnya tentu jauh lebih besar,” ujarnya.
Menurutnya, menjadi dewan hakim bukan sekadar memahami teknik bacaan, tapi juga menjaga integritas. Ali menegaskan bahwa netralitas adalah prinsip utama. “Walaupun ada yang kenal, bahkan kalau ada mantan atau anak didik kita sendiri, penilaian harus tetap objektif. Netralitas itu harga mati. Kita ingin MTQ Kota Jambi semakin maju dan dipercaya,” tegasnya.
Dedikasi Ali Mas’ud bukan hanya terlihat di arena MTQ. Di MAN 2 Kota Jambi, ia dikenal sebagai guru pembina keagamaan yang tekun membimbing siswa—baik dalam tilawah maupun pembinaan kafilah madrasah. Banyak prestasi peserta didik yang lahir dari tangan dinginnya. Tidak heran apabila kiprahnya mendapat kepercayaan lebih luas, termasuk menjadi bagian dari formasi dewan hakim MTQ tahun ini.
Baginya, berada di posisi ini adalah amanah sekaligus kebanggaan. “Ini bukan tentang nama saya, tapi tentang bagaimana kita bersama membangun kualitas MTQ, membina generasi Qur’ani, dan menjaga marwah seni baca Al-Qur’an,” ungkapnya.
Dengan pengalaman yang panjang, sikap yang rendah hati, serta profesionalisme yang ia junjung tinggi, kehadiran Ali Mas’ud sebagai dewan hakim menjadi warna tersendiri dalam penyelenggaraan MTQ ke-55 tingkat Kota Jambi. Ia adalah cerminan dedikasi seorang guru—yang tak hanya mengajar di ruang kelas, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi dunia tilawah dan pembinaan keagamaan di Kota Jambi.(AA-HUmas)
|
66x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kota Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...