
MAN 2 Kota Jambi - Semarak Classmeet MAN 2 Kota Jambi tahun ini hadir dengan warna baru melalui tema “Neo Rubik”, sebuah konsep yang menggambarkan dinamika, tantangan, dan kreativitas siswa dalam berkompetisi. Tema ini menjadi simbol bahwa setiap peserta didik memiliki sisi dan potensi yang berbeda-beda, namun semuanya dapat membentuk harmoni yang indah ketika disatukan dalam kegiatan positif. Dengan antusiasme yang tinggi dari seluruh siswa, rangkaian lomba dirancang untuk menjadi ruang ekspresi, pengembangan diri, sekaligus memperkuat karakter sportivitas dan kebersamaan.
Dalam narasi khususnya, Pembina OSIM MAN 2 Kota Jambi, Abdul Muis, memaparkan esensi dari pelaksanaan Classmeet bertema “Neo Rubik” tersebut. Ia menjelaskan bahwa pemilihan tema ini bukan tanpa alasan. Kubus rubik dikenal sebagai permainan yang menuntut ketangkasan, kecerdasan, dan strategi—nilai-nilai yang ia harapkan tercermin dalam setiap cabang perlombaan yang diikuti para siswa.
“Tema Neo Rubik ini mencerminkan karakter siswa MAN 2 Kota Jambi yang kreatif, cerdas, berani mencoba hal baru, dan siap menghadapi tantangan. Dalam setiap putaran lomba, saya ingin melihat semangat itu hadir,” ujarnya penuh optimisme.
Abdul Muis kemudian merinci berbagai cabang lomba yang digelar dalam Classmeet tahun ini, yang telah disiapkan untuk mengakomodasi seluruh minat siswa. Kegiatan tersebut meliputi:
Rubik Competition, sebagai ikon utama tema yang menguji ketangkasan berpikir.
Bola Voli, untuk melatih kerja sama, ritme tim, dan sportivitas.
Futsal, yang mengasah strategi permainan dan kekuatan fisik.
Lomba Menyanyi, sebagai ruang ekspresi seni dan kreativitas vokal.
Lomba Cerdas Cermat (LCC), untuk menguji ketepatan berpikir, wawasan, dan mental kompetitif.
Adzan, yang menumbuhkan kecintaan pada syiar Islam dan ketepatan dalam vokal religius.
Bulutangkis, sebagai ajang menguji teknik, ketangkasan, dan konsistensi pemain.
Menurutnya, keberagaman lomba tersebut sengaja dihadirkan agar setiap siswa bisa menemukan ruang berpartisipasi sesuai bakat dan minat masing-masing. Ia menegaskan bahwa Classmeet bukan hanya soal mengejar juara, tetapi tentang pembentukan karakter yang lebih kuat.
“Dalam setiap pertandingan, saya ingin siswa belajar menghargai proses, menghormati lawan, dan menjunjung etika berkompetisi. Nilai itu jauh lebih berharga daripada sekadar piala,” tambahnya.
Pembina OSIM itu juga memberikan apresiasi kepada seluruh pengurus OSIM dan panitia yang telah bekerja keras menyusun konsep, mekanisme perlombaan, hingga pengaturan teknis kegiatan. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi bukti nyata bahwa siswa mampu mengelola kegiatan besar dengan baik sebagai bentuk latihan kepemimpinan dan organisasi.
Menutup narasinya, Abdul Muis menyampaikan harapan agar Classmeet “Neo Rubik” benar-benar menjadi ruang yang menyenangkan, menantang, dan menumbuhkan kreativitas siswa. Dengan sisi-sisi tantangan yang beragam layaknya kubus rubik, kegiatan ini diharapkan dapat membentuk generasi madrasah yang tangguh, berkarakter, dan siap menghadapi dinamika di masa depan.(AA-Humas)
|
69x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kota Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...