
Kota Jambi - Pelaksanaan upacara bendera pada Senin, 20 April 2026 di MAN 2 Kota Jambi berlangsung dengan tertib, khidmat, dan penuh semangat nasionalisme. Seluruh peserta upacara mengikuti rangkaian kegiatan dengan disiplin, mulai dari pengibaran bendera merah putih hingga pembacaan doa. Momentum ini menjadi sarana penting dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada seluruh warga sekolah.
Bertindak sebagai pembina upacara, Kolonel Infanteri Dr. Drs. Imam Syafei, S.H., M.H. menyampaikan amanat yang sarat akan pesan moral dan semangat cinta tanah air. Dalam penyampaiannya, beliau mengajak seluruh peserta upacara untuk memahami sejarah perjuangan bangsa sebagai landasan utama dalam membangun rasa bangga sebagai warga negara Indonesia.
“Kita sebagai warga negara Indonesia harus paham sejarah perjuangan bangsa agar kita bisa menjadi bangsa yang bangga akan bangsa yang mampu melepaskan diri dari belenggu penjajahan,” ujarnya dengan tegas.
Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa sikap bangga sebagai Warga Negara Indonesia tidak hanya diwujudkan melalui kata-kata, tetapi juga melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya melalui kesungguhan dalam mengikuti upacara bendera.
“Sikap bangga menjadi WNI ini dapat ditumbuhkan dengan sikap khidmat dalam mengikuti upacara bendera, termasuk saat menyanyikan lagu Indonesia Raya,” tuturnya.
Menurut beliau, upacara bendera bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan sarana pembelajaran karakter yang memiliki makna mendalam. Oleh karena itu, setiap peserta didik diharapkan mampu memahami dan menjiwai setiap rangkaian kegiatan yang dilaksanakan, sehingga nilai-nilai nasionalisme dapat tertanam dengan baik dalam diri mereka.
Dalam kesempatan tersebut, beliau juga memberikan penekanan khusus kepada para pendidik agar berperan aktif dalam menanamkan nilai-nilai tersebut kepada peserta didik. Peran guru tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembimbing dalam membentuk karakter generasi muda.
“Bapak dan Ibu pendidik harus menyampaikan makna proses pelaksanaan upacara, sehingga peserta didik nantinya mampu menjiwai agenda upacara ini sebagai wujud tindakan mencintai tanah airnya,” tambahnya.
Selain itu, beliau juga mengingatkan bahwa lingkungan sekolah memiliki peran strategis dalam membangun hubungan sosial yang harmonis di antara peserta didik. Sekolah tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai wadah untuk mempererat komunikasi dan membangun sikap saling menghargai.
“Sekolah juga menjadi sarana untuk membangun komunikasi dan silaturahmi dengan kawan agar tercipta kerukunan antar sesama dan menjadi pemupuk jiwa rukun bagi siswa sebagai generasi penerus bangsa,” jelasnya.
Amanat yang disampaikan tersebut memberikan penguatan bahwa pembentukan karakter peserta didik tidak hanya bertumpu pada aspek akademik, tetapi juga pada pembinaan sikap, nilai, dan kepribadian yang mencerminkan jati diri bangsa Indonesia. Nilai-nilai seperti kebersamaan, toleransi, dan rasa hormat menjadi bagian penting yang harus terus ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah.
Kegiatan upacara bendera ini diharapkan tidak hanya menjadi agenda rutin mingguan, tetapi juga menjadi momentum refleksi bagi seluruh peserta didik untuk terus meningkatkan rasa cinta tanah air, kedisiplinan, serta tanggung jawab sebagai generasi penerus bangsa. Dengan semangat tersebut, diharapkan peserta didik mampu tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter, berintegritas, serta memiliki jiwa nasionalisme yang kuat. (HT-Humas)
|
33x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kota Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...