
Kota Jambi - Suasana duka masih menyelimuti kediaman Dra. Irwinda ketika rombongan keluarga besar MAN 2 Kota Jambi datang melaksanakan takziyah pada Jumat, 17 Mei 2026. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala MAN 2 Kota Jambi bersama jajaran wakil kepala madrasah sebagai bentuk empati dan dukungan moril atas wafatnya suami beliau, almarhum Joni Arminal bin Rahman Idris, yang meninggal dunia pada Rabu, 15 Mei 2026 lalu.
Takziyah itu turut dihadiri perwakilan guru serta siswa MAN 2 Kota Jambi. Kehadiran rombongan madrasah disambut hangat oleh keluarga almarhum di tengah suasana haru yang masih terasa di rumah duka. Sejumlah guru tampak berbincang dan memberikan penguatan kepada keluarga yang ditinggalkan, sementara para siswa hadir sebagai bentuk penghormatan dan kepedulian terhadap guru mereka.
Kegiatan takziyah berlangsung sederhana namun penuh kekeluargaan. Rangkaian acara diawali dengan pembacaan doa bersama dan tahlil untuk almarhum, dilanjutkan dengan penyampaian ucapan belasungkawa dari pihak madrasah. Dalam kesempatan tersebut, Wakil Kepala Madrasah Bidang Hubungan Masyarakat, Ichsan Amin, S.Ag, menyampaikan rasa duka cita mendalam atas kepergian almarhum.
Ia mengatakan bahwa keluarga besar MAN 2 Kota Jambi turut merasakan kehilangan dan mendoakan agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.
“Kami keluarga besar MAN 2 Kota Jambi turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya almarhum bapak Joni Arminal bin Rahman Idris. Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa beliau, melapangkan kuburnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Kami juga mendoakan agar Ibu Irwinda dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan,” ujar Ichsan Amin.
Suasana hening menyelimuti ruangan ketika doa dipanjatkan bersama. Beberapa guru dan keluarga tampak menundukkan kepala mengikuti rangkaian doa dengan khusyuk. Kehadiran pihak madrasah dinilai menjadi bentuk nyata solidaritas dan kepedulian antarwarga sekolah yang selama ini terjalin erat di lingkungan MAN 2 Kota Jambi.
Takziyah tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa hubungan antara guru, siswa, dan seluruh civitas madrasah tidak hanya terbangun dalam aktivitas pembelajaran semata, tetapi juga dalam nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian sosial. Kehadiran siswa dalam kegiatan itu menunjukkan pembelajaran karakter yang selama ini ditanamkan di lingkungan madrasah, terutama tentang pentingnya empati dan penghormatan kepada sesama.
Di tengah kesibukan aktivitas pendidikan, keluarga besar MAN 2 Kota Jambi berupaya menjaga tradisi silaturahmi dan saling menguatkan ketika salah satu anggota keluarga besar madrasah mengalami musibah. Tradisi tersebut menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan pendidikan yang tidak hanya menekankan capaian akademik, tetapi juga nilai kemanusiaan dan kebersamaan.
Kegiatan takziyah ditutup dengan doa bersama dan penyerahan ungkapan belasungkawa dari keluarga besar MAN 2 Kota Jambi kepada keluarga almarhum. Setelah itu, rombongan madrasah berpamitan sembari kembali menyampaikan dukungan moril kepada keluarga yang ditinggalkan. (HT-Humas)
|
31x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kota Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...