
Kota Jambi – Guru Bimbingan dan Konseling (BK) dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti Webinar Bimbingan dan Konseling bertema “Menjadi Guru BK Profesional” yang diselenggarakan secara daring melalui Zoom dan YouTube Live pada Selasa (2/6/2026). Kegiatan ini mengangkat tema “Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), Optimalisasi Peran Guru BK dalam Persiapan Tes Kemampuan Akademik (TKA) Jenjang SMP/SMA, dan Pemanfaatan Aplikasi Guru BK Konselor.”
Webinar dibuka dengan sambutan dari Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Provinsi Jambi, Dr. H. Dedi Irama Silalahi, S.Sos., M.A.B., yang menekankan pentingnya peningkatan kompetensi guru BK dalam menghadapi tantangan pendidikan yang terus berkembang.
Pada sesi pertama, Dodi Hendra, M.Pd., Pengawas Madrasah, menyampaikan materi mengenai Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Materi ini memberikan pemahaman tentang pentingnya menghadirkan nilai-nilai kasih sayang, empati, dan penghargaan dalam proses layanan bimbingan dan konseling di sekolah.
Selanjutnya, Dr. Robbani Alfan, S.T., M.Pd., Managing Director ProdiPlan.id, memaparkan materi mengenai optimalisasi peran guru BK dalam mempersiapkan peserta didik menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMP dan SMA sederajat. Dalam paparannya, guru BK didorong untuk mengambil peran strategis dalam membantu peserta didik mengenali potensi akademik serta mempersiapkan diri menghadapi berbagai bentuk asesmen pendidikan.
Pada sesi malam hari, Robi Maulidinsyah, M.Pd., Founder Guru BK Konselor, memperkenalkan pembaruan aplikasi Guru BK Konselor yang dirancang untuk mendukung efektivitas layanan bimbingan dan konseling di era digital.
Salah satu moderator dalam kegiatan tersebut, Satria Hendrayani, S.Pd., menyampaikan apresiasinya terhadap materi yang disajikan selama webinar. Menurutnya, kegiatan ini memberikan wawasan baru yang sangat bermanfaat bagi guru BK dalam menjalankan tugas dan fungsi profesionalnya.
“Saya merasa sangat senang dan mendapatkan banyak wawasan baru setelah mengikuti webinar ini. Materi yang disampaikan sangat relevan dengan kebutuhan guru BK saat ini serta memberikan perspektif baru dalam pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling di sekolah,” ujar Satria.
Ia menambahkan bahwa konsep Kurikulum Berbasis Cinta memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai hakikat layanan BK.
“Kurikulum Berbasis Cinta mengajarkan bahwa layanan BK tidak hanya berfokus pada penyelesaian masalah peserta didik, tetapi juga pada penguatan nilai-nilai kasih sayang, empati, penghargaan, dan pembentukan karakter yang positif,” jelasnya.
Lebih lanjut, Satria menilai bahwa materi mengenai persiapan Tes Kemampuan Akademik (TKA) juga sangat penting bagi guru BK.
“Guru BK memiliki peran strategis dalam mendampingi peserta didik mengenali potensi dirinya, merencanakan masa depan, serta mempersiapkan diri menghadapi berbagai bentuk asesmen akademik. Materi ini memperkuat pemahaman kami tentang peran tersebut,” katanya.
Terkait peluncuran pembaruan aplikasi Guru BK Konselor, Satria berharap inovasi tersebut dapat membantu guru BK dalam memberikan layanan yang lebih efektif dan terdokumentasi dengan baik.
“Pemanfaatan teknologi melalui aplikasi Guru BK Konselor menjadi langkah positif untuk mendukung profesionalisme guru BK dan meningkatkan kualitas layanan kepada peserta didik,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan dapat terus meningkatkan kompetensi profesional, memperluas wawasan, serta mengoptimalkan peran guru BK dalam mendampingi peserta didik menuju perkembangan akademik, sosial, dan karakter yang lebih baik. (HT-Humas)
|
43x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kota Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...