
JAMBI — Perjalanan Tim Karya Tulis Ilmiah (KTI) MAN 2 Kota Jambi menuju babak semifinal KREASI 2026 terus berlanjut. Tak sekadar mengandalkan data dari literatur, dua siswi yang menjadi ujung tombak penelitian tersebut turun langsung ke lapangan untuk menggali informasi dari masyarakat.
Adalah Nessa Bangkit Pratiwi dan Rindang Hadilia Pangestu, dua siswi MAN 2 Kota Jambi yang melakukan penelitian bertema “Kearifan Lokal di Kampung Laut, Kelurahan Kuala Jambi, Kabupaten Tanjung Jabung Timur.”
Penelitian tersebut dilaksanakan selama dua hari, 13–14 Agustus 2026, di Kampung Laut, Kecamatan Kuala Jambi, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi.
Selama berada di lokasi, Nessa dan Rindang berupaya menggali lebih dalam berbagai bentuk kearifan lokal yang masih hidup dan dipraktikkan oleh masyarakat setempat. Mereka tidak hanya melakukan wawancara, tetapi juga mengamati secara langsung aktivitas masyarakat yang berkaitan dengan kehidupan dan lingkungan pesisir.
Dalam proses pengumpulan data, Nessa dan Rindang berkesempatan bertemu dengan salah seorang narasumber, Surinah. Tidak hanya memberikan informasi yang dibutuhkan untuk penelitian, Surinah juga turut mendampingi kedua siswi tersebut menuju lokasi untuk melihat secara langsung aktivitas memutik sumbun, yang dikenal pula sebagai kerang bambu.
Pengalaman turun langsung bersama masyarakat menjadi bagian penting dalam penelitian tersebut. Dengan melihat dan mengikuti aktivitas memutik sumbun secara langsung, kedua siswi dapat memperoleh gambaran yang lebih nyata mengenai hubungan masyarakat Kampung Laut dengan lingkungan serta sumber daya alam di sekitarnya.
Bagi tim KTI MAN 2 Kota Jambi, pengalaman tersebut bukan hanya menjadi proses pengumpulan data, tetapi juga menjadi kesempatan untuk belajar langsung dari masyarakat. Pengetahuan yang diwariskan secara turun-temurun menjadi bagian dari kekayaan lokal yang perlu dikenali dan didokumentasikan oleh generasi muda.
Dalam kegiatan lapangan tersebut, Abdul Muis, S.Pd. hadir secara langsung untuk mendampingi Nessa dan Rindang selama proses penelitian. Pendampingan di lapangan dilakukan untuk memastikan kegiatan berjalan dengan baik sekaligus membantu mengarahkan proses pengumpulan data.
Sementara itu, Frischa Aulia, S.Pd., yang juga merupakan pembimbing kedua, tidak dapat hadir secara langsung di lokasi penelitian. Meski demikian, ia tetap memberikan perhatian dan memantau perkembangan penelitian kedua siswi tersebut dari jarak jauh, sehingga proses bimbingan tetap berjalan.
Keterlibatan kedua pembimbing dengan peran masing-masing menjadi bagian dari perjalanan tim dalam mempersiapkan penelitian menuju babak semifinal KREASI 2026.
Penelitian di Kampung Laut juga menjadi bukti bahwa karya ilmiah tidak selalu bermula dari ruang kelas. Ada kalanya, jawaban justru ditemukan ketika peneliti datang langsung ke tengah masyarakat, mendengarkan cerita mereka, menyaksikan aktivitas sehari-hari, dan memahami nilai-nilai yang selama ini dijaga.
Melalui penelitian ini, Nessa dan Rindang tidak hanya berusaha menghasilkan karya untuk sebuah kompetisi. Mereka juga ikut merekam cerita tentang kearifan lokal masyarakat Kampung Laut, agar pengetahuan dan tradisi yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat pesisir tersebut dapat terus dikenal oleh generasi berikutnya.
Kini, dengan langkah yang telah sampai di babak semifinal KREASI 2026, Tim KTI MAN 2 Kota Jambi membawa lebih dari sekadar data penelitian. Mereka membawa cerita dari Kampung Laut—tentang masyarakat, alam, tradisi, dan kearifan lokal yang masih bertahan hingga hari ini. (AA-Humas)
|
20x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kota Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...