
Kota Jambi (MAN 2)- 1 Juni 74 tahun yang lalu, di hadapan peserta sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPKI), Ir. Soekarno membeberkan gagasannya tentang perlunya sebuah negara memiliki dasar negara yang dijadikan sebagai pedoman. Dalam sidang itu, Soekarno mengungkap lima prinsip yang ia namai Pancasila, yaitu : 1.Kebangsaan Indonesia, 2. Internasionalisme dan peri kemanusiaan, 3. Mufakat atau demokrasi, 4. Kesejahteraan sosial, 5. Ketuhanan Yang Maha Esa
Gagasan Ir. Soekarno ini mengakhiri masa persidangan BPUPKI pertama yang dimulai pada 29 Mei - 1 Juni 1945 sebelum memasuki masa reses. Karena sampai berakhirnya persidangan belum dicapai kata sepakat dalam perumusan dasar negara Republik Indonesia, maka dibentuklah Panitia Sembilan yang diketuai oleh Ir. Soekarno dan terdiri dari Drs. Mohammad Hatta (Wk. Ketua), Mr. Rd. Achmad Soebardjo Djojoadisoerjo (Anggota), Mr. Prof. Mohammad Yamin (Anggota), Abdoel Wachid Hasjim (anggota), Rd. Abikoesno Tjokrosoejoso (anggota), Haji Agus Salim (Anggota), dan Mr. Alexander Andries Maramis (anggota). Panitia inilah yang pada 22 Juni 1945 menghasilkan Piagam Jakarta yang pada persidangan BPUPKI kedua yang dimulai 10 Juli 1945, hampir seluruh bagiannya diambil sebagai konsep Undang-undang Dasar. Dari dokumen Piagam Jakarta itu pula, sila-sila yang menjadi dasar negara Republik Indonesia diambil dengan sedikit perubahan redaksional dan disahkan pada 14 Juli 1945.
Meskipun Pancasila disahkan pada sidang kedua BPUPKI yang pada 14 Juli 1945, namun 1 Juni 1945 diperingati sebagai momentum lahirnya Pancasila. Dan, dalam rangka memperingati momentum kelahiran Dasar Negara Republik Indonesia yang jatuh pada 1 Juni 1945, Civitas Akademika Man 2 Kota Jambi, Senin (1/6) kemarin melaksanakan upacara peringatan lahirnya Pancasila dengan khidmat. Upacara dilangsungkan di Lapangan Utama MAN 2 Kota Jambi dengan Pembina Upacara, Kepala MAN 2 Kota Jambi, H. Ambok Pera Afrizal, MA.
Dalam sambutannya, Kepala MAN 2 menyampaikan bahwa peringatan lahirnya Pancasila ini harus dimaknai sebagai momentum pembuktian rasa nasionalisme dan cinta tanah air yang semestinya tidak boleh memudar apapun kondisi dan tantangan yang dihadapi bangsa ini. Di ujung upacara, tak lupa, Kepala MAN 2 ini membagi-bagi ‘doorprize’ berupa uang tunai, bagi peserta upacara yang dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang beliau lemparkan seputar lahirnya Pancasila. Alhamdulillah …
Bangsa yang besar, adalah bangsa yang mengenal sejarahnya (awm-humas).
|
2037x
Dibaca |
Untuk Wilayah Kota Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...