
Di balik sosok sederhana Hilal Abiyu Rus’an, siswa kelas XI F5 MAN 2 Kota Jambi, tersimpan semangat besar untuk menorehkan prestasi. Remaja yang lahir dan tumbuh di keluarga sederhana ini mengawali hari-harinya layaknya pelajar pada umumnya: belajar di kelas, menghabiskan waktu istirahat di kantin, hingga bergegas menuju masjid setiap kali azan Zuhur berkumandang. Namun, ada sesuatu yang membuat Hilal berbeda. Ia menjadikan Bahasa Arab sebagai pintu untuk meraih mimpi-mimpi besarnya.
“Alhamdulillah saya bisa memahami pelajaran Bahasa Arab dengan baik. Itu membuat saya semakin menyukainya,” ujar Hilal. Dari kecintaan itu pula, lahirlah prestasi yang membanggakan. Ia berhasil menorehkan juara pertama Olimpiade Bahasa Arab tingkat Provinsi Jambi. “Itu adalah kebanggaan terbesar saya saat ini, selain nilai mumtaz yang dulu sering saya dapat saat mondok,” tambah bujang Muara Madras ini.
Hilal mengaku motivasi terbesarnya datang dari ustadz-ustadz di pesantren tempat ia pernah menimba ilmu. Banyak dari mereka yang berhasil melanjutkan pendidikan ke Timur Tengah, sesuatu yang juga ingin ia raih setelah lulus dari MAN 2 Kota Jambi. Inspirasi lain juga datang dari teman-teman lamanya di pondok, yang gigih menuntut ilmu meski berangkat dari keterbatasan.
Namun, Hilal tidak menutup-nutupi bahwa tantangan terbesar dalam hidupnya adalah rasa malas. “Cara melawannya hanya dengan belajar gigih. Kalau saya biarkan, masa depan saya bisa gelap. Tapi kalau saya lawan, saya yakin akan cemerlang,” katanya mantap.
Nilai agama menjadi prinsip utama yang ia pegang. Hilal bertekad untuk tidak melanggar aturan-aturan agama dan terus menaati perintah Allah. “Itu yang membuat saya pantang menyerah. Saya ingin semua ini bernilai ibadah dan mendapat ridho Allah,” ucapnya.
Hilal sadar betul, perjalanan meraih cita-cita bukan hanya perjuangannya seorang diri. Ia berhutang banyak pada keluarga yang selalu mendukung, juga teman-teman yang menjadi sumber semangat. Peran guru dan sekolah pun sangat ia hargai. “Sekolah adalah tempat saya belajar, guru adalah yang membimbing dan memberi tahu hal-hal yang belum saya ketahui,” katanya.
Meski hobinya bermain game, Hilal lebih memilih menekuni minatnya di bidang Bahasa Arab. Dari sanalah ia menata masa depan. Ia punya cita-cita besar: menjadi seorang presiden. “Kalau terus belajar, saya melihat masa depan yang cemerlang. Kalau malas, yang saya lihat hanya kegelapan. Karena itu saya harus terus berusaha,” tegasnya.
Bagi remaja lain, Hilal berpesan sederhana namun penuh makna. “Jangan pernah menyerah, teruslah berusaha walau gagal berkali-kali. Karena gagal itu kunci dari kesuksesan.” (AA-HUMAS)
|
106x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kota Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...