
JAMBI – Dunia riset seringkali dianggap milik para ilmuwan dengan gelar panjang, laboratorium berteknologi tinggi, dan rumus-rumus yang rumit. Namun, pandangan itu kini dipatahkan oleh dua siswa madrasah. Andiny Tatindra Putri (XII MIA 1) dan Nurul Aini (X E 12), siswi MAN 2 Kota Jambi, berhasil mencuri perhatian dengan ide cemerlang hingga menembus babak final Kompetisi Riset dan Inovasi Siswa Nasional (KREASI 2025).
Pengumuman resmi kelolosan ke final disampaikan pada Kamis, 3 Oktober 2025. Suasana haru dan bangga menyelimuti madrasah. Bagi Andiny dan Nurul, perjalanan panjang penuh tantangan yang mereka tempuh akhirnya membuahkan hasil. Di bawah bimbingan Lina Wahyuni, S.Pd, tim ini mengusung penelitian yang sederhana namun sarat makna: pemanfaatan daun kelor dan gadung sebagai solusi inovatif untuk kesehatan sekaligus ramah lingkungan.
Perjalanan menuju final bukan hal mudah. Berbagai uji coba dilakukan berulang kali. Gagal, mencoba lagi. Salah, diperbaiki lagi. Hingga akhirnya, mereka menemukan formula terbaik yang diyakini mampu memberikan jawaban atas persoalan nyata. “Alhamdulillah bisa lolos ke final. Tapi ini belum berakhir. Jalan menuju juara masih panjang. Anak-anak harus tetap berusaha, jangan cepat berpuas diri. Keuletan, kerja keras, dan mental yang kuat sangat diperlukan,” pesan Lina Wahyuni penuh semangat.
Kompetisi KREASI bukanlah ajang biasa. Ia menjadi wadah bergengsi untuk melahirkan generasi muda Indonesia dengan ide-ide riset yang brilian sekaligus bermanfaat. Ribuan pelajar dari seluruh penjuru negeri bersaing menghadirkan karya terbaik mereka. Maka, lolos ke final jelas bukan perkara gampang—hanya tim dengan konsistensi, kreativitas, dan daya juang tinggi yang mampu menembusnya.
Final KREASI 2025 dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada akhir Oktober mendatang. Persaingan akan semakin ketat, sebab hanya karya terpilih yang akan tampil di babak pamungkas. Namun, bagi Andiny dan Nurul, final bukan sekadar panggung kompetisi. Lebih dari itu, ini adalah kesempatan untuk menunjukkan bahwa anak madrasah juga mampu berinovasi, tidak hanya pandai teori, tetapi juga menciptakan karya nyata yang berguna bagi masyarakat luas.
Keberhasilan ini sekaligus menjadi inspirasi bagi siswa-siswi lainnya. Bahwa semangat pantang menyerah, keberanian mencoba, dan ketekunan dalam riset bisa melahirkan prestasi besar. Dukungan pun mengalir dari guru, teman, hingga keluarga besar MAN 2 Kota Jambi. Semuanya berharap agar tim ini bisa tampil maksimal dan membawa pulang gelar juara.
Kini, langkah mereka masih berlanjut. Jalan menuju puncak kemenangan masih panjang. Andiny dan Nurul siap berjuang dengan penuh semangat, menjadikan karya sederhana dari bahan alam menjadi inovasi yang berarti bagi bangsa.
“Semoga hasil terbaik bisa diraih di final nanti. Tapi yang lebih penting, pengalaman ini akan menjadi bekal berharga untuk masa depan mereka,” tutup Lina Wahyuni.(AA-Humas)
|
134x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kota Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...