
Jambi — Perjalanan panjang Tri Iskawati di MAN 2 Kota Jambi adalah kisah tentang kesetiaan, ketekunan, dan pembuktian diri. Sejak masa remajanya, perempuan yang kini menjadi guru mata pelajaran Akidah Akhlak dan Sejarah Kebudayaan Islam ini telah mengabdikan diri di lingkungan madrasah yang sama. Awalnya, Tri hanya bekerja sebagai pegawai di Koperasi Tunas Muda, lembaga kecil di sekolah ini. Namun siapa sangka, dari sana langkah pengabdiannya justru terus menanjak.
Tahun demi tahun, Tri Iskawati mulai menekuni dunia pendidikan dengan mengajar berbagai mata pelajaran keagamaan. Baginya, madrasah bukan sekadar tempat bekerja, melainkan ruang pembentukan karakter dan nilai hidup. “Saya tumbuh di sini, belajar banyak hal di sini, dan ingin terus berkontribusi untuk madrasah ini,” ujar Tri, mengenang awal perjalanannya.
Penantian panjangnya pun berbuah manis pada tahun 2025. Setelah puluhan tahun mengajar dengan penuh dedikasi, Kementerian Agama akhirnya mengangkat Tri Iskawati sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Hanya berselang sebulan setelah pengangkatan itu, ia menerima kabar gembira lainnya—pemanggilan untuk mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan.
Program PPG bukan sekadar formalitas administratif. Bagi lembaga pendidikan seperti MAN 2 Kota Jambi, PPG menjadi salah satu upaya konkret meningkatkan mutu pembelajaran dan profesionalisme guru. Melalui program ini, guru dibekali dengan kemampuan pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional yang lebih sistematis.
“PPG adalah bentuk komitmen pemerintah untuk menjamin kualitas guru madrasah. Guru yang tersertifikasi melalui PPG tidak hanya memahami materi ajar, tapi juga memiliki kemampuan mengelola kelas dan membangun karakter siswa,” ujar salah satu pejabat Kementerian Agama dalam sosialisasi PPG 2025.
Bagi Tri Iskawati, kesempatan ini menjadi momen refleksi sekaligus pembuktian. “Saya merasa seperti kembali menjadi mahasiswa lagi. Tapi semangatnya berbeda, karena sekarang saya belajar untuk menjadi guru yang benar-benar profesional,” ucapnya tersenyum.
Kehadiran guru-guru bersertifikasi seperti Tri menjadi modal penting bagi MAN 2 Kota Jambi dalam menjaga mutu pendidikan. Kepala MAN 2 Kota Jambi, Andi Asfiron, kerap menekankan bahwa pengembangan kompetensi guru adalah bagian tak terpisahkan dari upaya membangun madrasah unggul dan berdaya saing.
“Guru adalah ujung tombak madrasah. Ketika mereka tumbuh, madrasah ikut maju,” katanya dalam satu kesempatan.
Kini, perjalanan Tri Iskawati menjadi inspirasi tersendiri bagi rekan sejawat dan para siswa. Dari koperasi kecil hingga ruang kelas, ia membuktikan bahwa dedikasi tak pernah sia-sia—karena di balik pengabdian yang panjang, selalu ada penghargaan yang menanti. (AA-HUMAS)
|
66x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kota Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...