
JAMBI — Program Projek Penguatan Profil Pelajar Rahmatan Lil ‘Alamin (P5RA) di MAN 2 Kota Jambi terus berlanjut dan memasuki hari ketiga pada Rabu (15/10/2025). Setelah sebelumnya dibekali teori dan praktik pengelolaan sampah dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta Bank Sampah “SIHKUMBANG”, kini peserta didik terjun langsung menjadi “detektif lingkungan” dengan melakukan kegiatan monitoring dan pemilahan sampah di area madrasah.
Kegiatan hari ketiga dimulai dengan sesi refleksi dan review materi yang telah dipelajari. Fasilitator membimbing siswa untuk mengingat kembali konsep pengelolaan dan pemanfaatan sampah. Beberapa pertanyaan pemantik diberikan untuk menumbuhkan sikap berpikir kritis, seperti “Apa yang terlintas di pikiran kamu tentang pemanfaatan sampah?” dan “Bagaimana pemanfaatan sampah yang tepat di madrasah?”.
Setelah sesi pembuka, peserta didik dipersiapkan melakukan kegiatan monitoring sampah. Fasilitator menjelaskan panduan kerja serta lembar kerja peserta didik (LKPD) yang harus diisi selama kegiatan observasi berlangsung. Siswa dibagi dalam kelompok untuk memantau, mencatat, serta mengumpulkan sampah di lingkungan madrasah sesuai area yang telah ditentukan.
Pada jam kedua dan ketiga, siswa dari Fase E (kelas X) bertugas memantau bagian kiri madrasah, sementara Fase F (kelas XI) fokus di bagian kanan. Kegiatan ini tidak hanya mengamati, tetapi juga melibatkan siswa dalam proses pengumpulan dan pemilahan sampah organik maupun anorganik.
Memasuki jam keempat hingga keenam, kedua kelompok berganti posisi—kelas X kini memonitor area kanan, dan kelas XI mengambil alih area kiri madrasah. Pola bergiliran ini dirancang agar semua peserta memahami kondisi lingkungan madrasah secara menyeluruh dan belajar bekerja sama lintas kelas.
Setelah observasi lapangan selesai, pada jam ketujuh dan kedelapan, fasilitator memfasilitasi peserta didik untuk mengisi LKPD secara berkelompok dan mempresentasikan hasil temuan mereka. Setiap kelompok menyampaikan hasil diskusi dan memberikan usulan langkah konkret untuk memperbaiki sistem pengelolaan sampah di lingkungan madrasah.
Sebagai penutup, pada jam kesembilan dan kesepuluh, kegiatan dikemas secara kreatif dengan Teka-Teki Silang (TTS) interaktif yang diakses melalui barcode di laptop atau smart TV. Aktivitas ini menjadi cara menarik untuk menguji pemahaman siswa sekaligus menyimpulkan materi tentang pengelolaan sampah yang telah mereka pelajari selama tiga hari.
Kepala MAN 2 Kota Jambi, Andi Asfiron, menyampaikan bahwa hari ketiga P5RA ini menjadi momentum penting bagi siswa untuk menerapkan pembelajaran berbasis aksi nyata.
“Kami ingin peserta didik tidak hanya tahu teori pengelolaan sampah, tapi juga bisa turun langsung, melihat kondisi lingkungan madrasah, dan menemukan solusi bersama,” ujarnya.
Kegiatan monitoring sampah ini menegaskan semangat MAN 2 Kota Jambi dalam menumbuhkan karakter pelajar madrasah yang berpikir kritis, peduli lingkungan, dan bertanggung jawab secara sosial. Melalui pendekatan proyek nyata, P5RA tidak hanya membangun wawasan, tetapi juga menggerakkan aksi perubahan positif di kalangan siswa. (AA-HUMAS)
|
63x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kota Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...