
AMBI — Suasana MAN 2 Kota Jambi tampak berbeda pada Rabu (15/10/2025) siang. Di bawah langit yang terik, para siswa berkeliling area madrasah dengan membawa kantong sampah dan lembar kerja peserta didik (LKPD) di tangan. Mereka tengah menjalankan kegiatan outdoor learning dalam rangkaian Projek Penguatan Profil Pelajar Rahmatan Lil ‘Alamin (P5RA) hari ketiga yang mengusung tema pengelolaan sampah di madrasah.
Kegiatan yang dimulai sejak pagi ini menghadirkan suasana pembelajaran yang hidup dan penuh aksi nyata. Didampingi oleh para guru fasilitator, siswa dari Fase E (kelas X) dan Fase F (kelas XI) secara bergantian melakukan monitoring, pengumpulan, dan pemilahan sampah di setiap sudut madrasah. Para guru turut aktif mendampingi di lapangan, memastikan siswa memahami cara memilah sampah organik dan anorganik sesuai prosedur yang telah dijelaskan pada pertemuan sebelumnya.
Dari koridor kelas hingga taman madrasah, siswa tampak antusias mencatat temuan di LKPD, mengamati jenis sampah yang ditemukan, serta bekerja sama untuk membersihkan lingkungan sekitar. Aktivitas ini menjadi wujud nyata penerapan pembelajaran berbasis aksi—mengubah teori pengelolaan sampah menjadi praktik langsung yang menumbuhkan kesadaran ekologis.
Salah satu guru pendamping, Abdul Muis, mengaku terkesan dengan semangat siswa meski kegiatan dilakukan di bawah panas matahari.
“Saya lihat anak-anak luar biasa hari ini. Mereka tidak hanya membersihkan, tapi juga menganalisis jenis dan jumlah sampah di setiap titik. Dari situ mereka belajar berpikir kritis sekaligus peduli pada lingkungan sekitar,” ujarnya sambil mengamati siswa yang sibuk memilah botol plastik dan kertas bekas.

Senada dengannya, Hartono, guru lainnya yang turut menemani di lapangan, menilai kegiatan ini memberi pengalaman belajar yang lebih bermakna.
“Biasanya mereka belajar di kelas, tapi hari ini mereka benar-benar turun tangan. Ada rasa tanggung jawab yang tumbuh. Ketika tangan mereka kotor karena sampah, justru di situlah nilai kebersihan dan kepedulian muncul,” katanya dengan nada bangga.
Meski kegiatan berlangsung hingga menjelang tengah hari, semangat para siswa tak surut. Wajah mereka tampak lelah, kemeja sekolah basah oleh keringat, namun senyum puas terpancar setiap kali satu area berhasil mereka bersihkan. “Capek sih, tapi seru! Jadi tahu ternyata banyak hal kecil yang bisa kita lakukan buat jaga kebersihan madrasah,” ujar salah satu peserta dengan nada antusias.
Fasilitator kemudian mencatat hasil observasi dan membantu siswa menyusun laporan lapangan. Hasil monitoring ini nantinya akan digunakan dalam sesi diskusi dan presentasi kelompok di jam pelajaran berikutnya.
Kepala MAN 2 Kota Jambi, Andi Asfiron, mengapresiasi kerja keras para siswa dan guru yang terlibat langsung dalam kegiatan lapangan tersebut.
“Kegiatan seperti ini adalah bentuk nyata pendidikan karakter di madrasah. Siswa belajar disiplin, kerja sama, dan tanggung jawab sosial lewat tindakan sederhana, yaitu menjaga kebersihan lingkungan,” ujarnya.
Menjelang siang, halaman madrasah tampak lebih bersih dari biasanya. Aktivitas monitoring dan pemilahan sampah hari ketiga P5RA di MAN 2 Kota Jambi bukan sekadar tugas proyek, tetapi juga cerminan semangat gotong royong antara guru dan siswa dalam menciptakan madrasah yang hijau, bersih, dan berkelanjutan. (AA-HUMAS)
|
93x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kota Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...