
JAMBI - MAN 2 Kota Jambi kembali melanjutkan program unggulan Gerbang Timur Tengah dengan menghadirkan sesi bimbingan belajar (bimbel) khusus bagi para siswa yang ingin kuliah di Mesir dan negara-negara Arab lainnya.
Kegiatan kali ini menghadirkan Ustadz H. Raden Irwansyah, Lc., Diplom, seorang alumni Universitas Al-Azhar Kairo yang dikenal aktif membina generasi muda calon penerima beasiswa luar negeri di bidang bahasa Arab.
Dalam pertemuan bertema "Membedah Bahasa Arab Fusha dan 'Ammiyah, para siswa belajar langsung mengenai perbedaan antara bahasa Arab resmi (fusha) yang digunakan dalam kitab dan pendidikan formal, dengan bahasa Arab gaul (ammiyah) yang digunakan dalam percakapan sehari-hari di kawasan Timur Tengah. Materi ini menjadi bekal penting bagi siswa yang tengah mempersiapkan diri menuju kampus internasional seperti Al-Azhar.
Wakil Kepala Bidang Hubungan Masyarakat MAN 2 Kota Jambi, Muhammad Ichsan Amin menjelaskan bahwa program Gerbang Timur Tengah merupakan bentuk dukungan nyata madrasah terhadap cita-cita siswa yang ingin melanjutkan studi di luar negeri.
"Banyak alumni kita berhasil menembus universitas di Mesir dan Arab Saudi. Karena itu, kami ingin siswa tidak hanya bisa bahasa Arab fusha, tetapi juga mampu berkomunikasi dengan dialek lokal (ammiyah) agar cepat beradaptasi", ujarnya.
Menurutnya, kemampuan berkomunikasi lintas dialek menjadi modal penting dalam membangun relasi sosial di negara tujuan. "Program ini adalah investasi masa depan bagi siswa MAN 2 Kota Jambi," tambah pria dengan panggilan akrab "abah" ini.
Di ruang studio kampus hijau MAN 2 Kota Jambi, suasana belajar terasa hidup. Ustadz Raden Irwansyah membawakan materi dengan gaya interaktif, memadukan teori linguistik dengan praktik percakapan.
Ia menjelaskan bahwa fusha adalah bahasa standar yang digunakan dalam Al-Qur'an, media resmi, dan pendidikan. Sementara ammiyah merupakan dialek pergaulan yang berbeda-beda antara Mesir, Syam, atau Jazirah Arab.
"Mahasiswa baru sering kaget karena bahasa Arab yang mereka pelajari di sekolah terasa "berbeda" dengan yang digunakan masyarakat Mesir sehari-hari. Maka, memahami keduanya sangat penting", jelas Raden Irwansyah di hadapan peserta.

Sesi latihan percakapan menjadi bagian paling dinanti. Para siswa mencoba berdialog dengan gaya Mesir, mengenal kosakata lokal seperti "izayyak?" (apa kabar) dan "ana mabsut" (saya senang). Tawa dan semangat belajar membuat suasana kelas terasa menyenangkan.
Program Gerbang Timur Tengah yang dikelola MAN 2 Kota Jambi merupakan langkah strategis membangun kompetensi global siswa madrasah. Selain bimbingan bahasa Arab, program ini juga memfasilitasi pelatihan wawancara, pengenalan budaya Mesir, dan simulasi ujian masuk universitas luar negeri.
"Melalui program ini, kami ingin membuka jalan bagi generasi muda Jambi untuk menembus universitas dunia seperti Al-Azhar," kata abah Ichsan selaku pengelola kegiatan.
Ia menambahkan bahwa jaringan alumni di Timur Tengah akan terus berperan menjadi mentor bagi adik-adik kelasnya di madrasah. (AA-HUMAS)
|
708x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kota Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...