
Jambi – Suasana penuh semangat dan kebanggaan menyelimuti ruang Kepala MAN 2 Kota Jambi pada Senin, 27 Oktober 2025. Tiga tim Karya Tulis Ilmiah (KTI) madrasah ini mendapat pengarahan dan motivasi langsung dari Kepala MAN 2 Kota Jambi, Andi Asfiron, S.Pd.I., M.Pd.I., sebelum berangkat menuju Jakarta untuk mengikuti babak final ajang KREASI 2025 tingkat nasional.
Ajang Kompetisi Riset dan Inovasi Siswa Indonesia (KREASI) merupakan wadah prestisius yang digelar secara nasional oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Dari ribuan karya yang masuk, hanya tim-tim terbaik yang berhasil menembus tahap final. Tahun ini, MAN 2 Kota Jambi kembali mencatatkan sejarah dengan meloloskan tiga tim sekaligus ke babak puncak kompetisi.
Tiga tim tersebut terdiri dari dua tim bimbingan Frisca Aulia, S.Pd. dan Abdul Muis, S.Pd., serta satu tim bimbingan Lina Wahyuni, S.Pd.. Kelima siswa yang menjadi delegasi utama madrasah tampil dengan rasa percaya diri tinggi usai melewati serangkaian tahapan seleksi, pembekalan, dan penelitian sejak pertengahan tahun.
Dalam suasana yang hangat, Kepala MAN 2 Kota Jambi, Andi Asfiron, menyampaikan pesan mendalam kepada para siswa agar menjadikan kesempatan ini sebagai pengalaman berharga sekaligus pembuktian diri.
“Kalian membawa nama besar MAN 2 Kota Jambi dan juga Provinsi Jambi. Jadikan ini ajang untuk menunjukkan potensi terbaik, bukan hanya dalam hal akademik, tetapi juga sikap, karakter, dan kepercayaan diri. Kemenangan sejati bukan sekadar piala, tapi ketika kalian pulang membawa ilmu dan pengalaman baru,” ujarnya penuh semangat.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan menembus final KREASI merupakan buah dari kerja keras, bimbingan intensif guru, dan semangat pantang menyerah para siswa. Menurutnya, keikutsertaan dalam ajang ini sejalan dengan visi madrasah sebagai ruang tumbuhnya riset dan kreativitas anak muda yang berpikir kritis dan solutif.
Salah satu pembimbing, Frisca Aulia, S.Pd., mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas capaian siswa-siswinya.
“Mereka bukan hanya menulis, tapi benar-benar meneliti, menganalisis, dan berinovasi. Ini hasil dari proses panjang yang penuh tantangan, tapi juga menyenangkan karena kami melihat mereka tumbuh dalam berpikir ilmiah,” ujarnya.
Sementara itu, Lina Wahyuni, S.Pd., menambahkan bahwa dukungan dari pihak madrasah menjadi energi tersendiri bagi para peserta. “Kami selalu menanamkan pada siswa bahwa karya ilmiah bukan sekadar lomba, melainkan cara berpikir untuk memberi makna pada sekitar,” tuturnya.
Kelima siswa finalis tampak antusias menjelang keberangkatan. Mereka berjanji membawa nama MAN 2 Kota Jambi dengan penuh tanggung jawab. Pengarahan dari kepala madrasah menjadi suntikan semangat terakhir sebelum melangkah ke panggung nasional.
“Kami siap berangkat bukan hanya membawa karya, tapi juga membawa cerita tentang semangat madrasah yang tidak pernah berhenti belajar,” ucap salah satu anggota tim dengan mata berbinar.
Dalam hitungan hari, ketiga tim ini akan menuju Jakarta, tempat di mana ide-ide mereka akan diuji, diperdebatkan, dan mungkin, dikenang. Apa pun hasilnya nanti, perjalanan ini telah menjadi bagian penting dari narasi panjang perjuangan siswa madrasah: bahwa di ruang-ruang kecil penuh kesederhanaan, selalu tumbuh gagasan besar yang diam-diam sedang menulis masa depan. (AA-HUMAS)
|
63x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kota Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...