Selamat Datang di Website Resmi MAN 2 Kota Jambi # Olimpiade Madrasah Indonesia Tingkat Kota Jambi bertempat di MAN 2 Kota Jambi 9-10 September 2025 # Selamat Datang Dikawasan Zona Integritas Wilayah Bebas Dari Korupsi (WBK) Wilayah Birokrasi Bersih Dan Melayani (WBBM) MAN 2 Kota Jambi # MAN 2 Kota Jambi BERSERI ; Bersih Sehat Rapi Indah # Selamat datang di website resmi MAN 2 Kota Jambi # Rintisan kelas Internasional di Provinsi Jambi
Diposting Pada: Kamis, 30 Oktober 2025

Perunggu Penuh Perjuangan: Salsabila dan Alisa Persembahkan Prestasi Nasional di Ajang KREASI 2025

Perunggu Penuh Perjuangan: Salsabila dan Alisa Persembahkan Prestasi Nasional di Ajang KREASI 2025

JAMBI –Di tengah semangat generasi muda yang terus berlomba menunjukkan kreativitas dan daya pikir kritis, dua siswi MAN 2 Kota Jambi, Salsabila Viladesti dan Alisa Nabila, berhasil menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional. Keduanya sukses meraih medali perunggu dalam ajang Kompetisi Riset dan Inovasi Siswa Indonesia (KREASI) 2025, yang digelar di Jakarta pada 29–30 Mei 2025.

Tim yang tergabung dalam kategori ISHK (Ilmu Sosial Humaniora dan Kewirausahaan) ini tampil penuh semangat di bawah bimbingan dua guru inspiratif, Abdul Muis dan Frisca Aulia. Meski perjuangan mereka diwarnai berbagai tantangan, kerja keras dan komitmen yang kuat membuat keduanya berhasil menembus panggung nasional dan mengharumkan nama madrasah.

KREASI 2025 diselenggarakan oleh Abak Academy dan didukung oleh berbagai lembaga bergengsi seperti Puspresnas Kemendikbudristek, FMIPA UGM, AI Center UI, Taiwan Centre Indonesia, dan Insan Madani Center. Ajang ini merupakan wadah nasional bergengsi bagi pelajar Indonesia untuk menampilkan karya riset dan inovasi yang orisinal, inspiratif, serta berdampak sosial.

Segalanya berawal dari keinginan sederhana: membuat penelitian yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Salsabila dan Alisa memilih fokus pada isu sosial yang tumbuh di kawasan adat, sebuah tema yang menuntut mereka terjun langsung ke lapangan. Di bawah arahan pembimbing, mereka melakukan serangkaian observasi, wawancara, dan dokumentasi yang menuntut ketelitian tinggi serta keberanian.

Namun perjuangan mereka tidak berhenti di meja riset. Untuk mendapatkan data yang valid dan autentik, keduanya bahkan rela menempuh perjalanan hingga 13 jam menuju Desa Kermas, sebuah kawasan hutan adat di wilayah pedalaman. Dengan medan berat dan akses yang terbatas, perjalanan itu menjadi ujian nyata bagi fisik dan mental mereka.

“Perjalanan ke hutan adat Kermas adalah pengalaman yang tak terlupakan. Kami harus melewati jalan berlumpur dan licin, naik turun bukit, bahkan beberapa kali berjalan kaki karena kendaraan tidak bisa masuk. Tapi semua rasa lelah hilang ketika kami bertemu masyarakat dan mendengar langsung kisah mereka,” ujar Salsabila Viladesti dengan senyum bangga.

Di tengah keterbatasan sinyal dan fasilitas, keduanya tetap mencatat setiap detail lapangan dengan tekun. Hasil riset itu kemudian mereka olah menjadi data ilmiah yang kaya dan relevan, memperkuat posisi tim mereka di mata dewan juri.

Selama proses penelitian dan seleksi, Salsabila dan Alisa harus menghadapi banyak tekanan—mulai dari keterbatasan waktu, beban akademik, hingga revisi proposal yang nyaris tanpa henti. Meski demikian, keduanya tetap teguh berpegang pada prinsip bahwa ilmu harus diperjuangkan dengan kerja keras dan keikhlasan.

“Kami belajar bahwa penelitian bukan hanya tentang mencari hasil, tapi tentang menghargai proses. Setiap kesulitan justru membuat kami lebih kuat,” tutur Alisa Nabila, yang dikenal sebagai sosok penuh dedikasi di timnya.

Ketika babak final tiba di Jakarta, tim ISHK harus menghadapi kenyataan lain: salah satu pembimbing utama, Frisca Aulia, berhalangan hadir karena alasan tertentu. Namun hal itu tidak menyurutkan semangat mereka. Abdul Muis tetap setia mendampingi dan memastikan kedua siswinya tampil maksimal di panggung nasional.

“Saya hanya memastikan mereka tetap tenang dan fokus. Mereka sudah sangat siap. Dari cara mereka berbicara dan menjelaskan riset, saya tahu semangat itu sudah tertanam kuat,” ujar Abdul Muis.

Presentasi final yang digelar di Jakarta menjadi puncak dari perjalanan panjang mereka. Di hadapan dewan juri dari berbagai universitas ternama, Salsabila dan Alisa menjelaskan riset mereka dengan percaya diri, menggunakan data lapangan yang kuat dari penelitian di Desa Kermas. Setiap argumen mereka sampaikan dengan jelas, menunjukkan kedalaman analisis dan keberanian berpikir kritis.

Suasana ruang presentasi terasa menegangkan, namun keduanya tampil luar biasa. Mereka mampu mempertahankan argumen dan menjawab pertanyaan juri dengan lugas. Hingga akhirnya, nama mereka diumumkan sebagai peraih medali perunggu KREASI 2025—sebuah penghargaan yang menjadi bukti nyata ketekunan dan keberanian dua siswi madrasah yang mau menembus batas.

Sementara itu, Frisca Aulia, yang selama ini dikenal aktif membina riset siswa, turut menyampaikan rasa harunya. “Saya bangga sekali dengan mereka. Mereka bukan hanya meneliti, tapi benar-benar menjalani prosesnya dengan penuh hati. Perunggu ini bukan sekadar medali, tapi simbol perjuangan panjang yang penuh makna,” tuturnya.

Kini, setelah kembali ke madrasah dengan membawa medali perunggu, Salsabila dan Alisa menjadi inspirasi baru bagi teman-teman mereka. Kisah perjuangan keduanya menyadarkan bahwa penelitian bukanlah hal yang menakutkan, melainkan ruang belajar yang menantang dan mengasyikkan.

Mereka berharap pengalaman ini bisa menjadi motivasi bagi siswa lain untuk berani mencoba dan berinovasi. “Kami ingin teman-teman tahu, kalau kita mau berusaha, tidak ada yang tidak mungkin. Madrasah sudah membuka jalan, tinggal bagaimana kita melangkah lebih jauh,” kata mereka kompak.

Kisah Salsabila Viladesti dan Alisa Nabila adalah cermin keteguhan hati dua gadis madrasah yang tak kenal lelah dalam menjemput ilmu. Mereka rela melintasi jalan panjang menuju hutan adat demi kebenaran riset, berani tampil di panggung nasional dengan keyakinan, dan akhirnya pulang membawa prestasi yang tak ternilai.
Sebuah perunggu yang lahir dari peluh, tekad, dan doa—bukti bahwa semangat belajar dan ketulusan berjuang akan selalu menemukan jalannya menuju kemenangan.(AA-Humas)

 


551x
Dibaca
.

Berita Lainnya:

  1. Oktober 2018, ‘Hujan’ Piala (Lagi) di MAN 2 Kota Jambi 1656x dibaca
  2. Langkah Serius Menuju Kelas Global: MAN 2 Kota Jambi Bahas Implementasi Kurikulum Cambridge 71x dibaca
  3. Pandemi Tidak Halangi Prestasi Siswa Siswi MAN 2 Kota Jambi di Tingkat Nasional 1125x dibaca
  4. Peringati Hari Pramuka, Kepala MAN 2 Kota Jambi dan Ambalan Sunan Kalijaga-Cut Nyak Dien Ikuti Ziarah di Taman Makam Pahlawan 308x dibaca
  5. Alumni MAN 2 Kota Jambi Bagikan Inspirasi untuk Siswa Kelas XII 763x dibaca

Go Back To Home

Jadwal Sholat

Untuk Wilayah Kota Jambi dan Sekitarnya

Memuat tanggal...

Imsak--:--
Subuh--:--
Terbit--:--
Dhuha--:--
Dzuhur--:--
Ashar--:--
Maghrib--:--
Isya--:--

Peta Lokasi MAN 2 Kota Jambi

Mars Madrasah