
Kota Jambi — Menjelang pelaksanaan Penilaian Akhir Semester (PAS) Ganjil Tahun Pelajaran 2025/2026, suasana di MAN 2 Kota Jambi terasa semakin intens. Di balik kesibukan siswa mempersiapkan diri menghadapi ujian digital berbasis Android, muncul rasa cemas dan penasaran: bagaimana rasanya menghadapi 50 soal dalam waktu 90 menit dengan sistem Computer Based Test (CBT)? Kekhawatiran itu rupanya tak luput dari perhatian panitia. Untuk menenangkan sekaligus melatih kesiapan para peserta, mereka menyiapkan langkah yang jarang dilakukan di madrasah lain — simulasi ujian digital sebelum pelaksanaan resmi dimulai.
Langkah ini menjadi bagian penting dari strategi madrasah dalam menjaga mutu dan keandalan sistem ujian digital yang telah dijalankan selama lima tahun terakhir. Di tengah arus pesatnya transformasi edutech, AI, dan teknologi pendidikan, MAN 2 Kota Jambi kembali menegaskan komitmennya sebagai madrasah pelopor ujian berbasis Android. Simulasi ini tidak hanya melatih siswa agar terbiasa dengan platform digital, tetapi juga menjadi ajang uji coba teknis terhadap sistem, server, dan jaringan yang akan digunakan selama ujian berlangsung.
Kepala MAN 2 Kota Jambi menjelaskan bahwa simulasi bertujuan memastikan kesiapan teknis, operasional, dan mental siswa sebelum ujian sebenarnya dilaksanakan. “Kami ingin semua berjalan lancar tanpa kendala. Simulasi ini bukan sekadar latihan, tapi bentuk tanggung jawab kami agar siswa bisa fokus dan percaya diri saat menghadapi ujian sesungguhnya,” ujarnya. Melalui simulasi, panitia dapat memantau performa sistem, mengevaluasi kemungkinan gangguan jaringan, sekaligus mengantisipasi permasalahan teknis yang mungkin timbul selama proses ujian berlangsung.
Dari sisi peserta, simulasi membawa banyak manfaat. Pertama, sebagai latihan dan pembiasaan, siswa diperkenalkan pada format, antarmuka, dan mekanisme menjawab soal dalam sistem CBT agar mereka tidak gugup saat hari ujian tiba. Kedua, sebagai sarana meningkatkan performa, karena siswa yang telah memahami cara kerja sistem dapat memaksimalkan waktu pengerjaan soal dengan lebih efisien. Ketiga, simulasi juga menjadi wahana mengasah keterampilan digital, sebuah kemampuan penting di era modern yang menuntut adaptasi cepat terhadap teknologi informasi.
Panitia PAS yang diketuai oleh Gupia Sari Dewi menegaskan bahwa simulasi merupakan tahapan penting sebelum ujian resmi dimulai. Tim teknis telah menyiapkan segala kebutuhan perangkat, mulai dari kesiapan server hingga sinkronisasi perangkat siswa, agar tidak terjadi kendala selama ujian. Ia menyebut kegiatan ini sebagai bagian dari budaya digital yang sudah melekat di MAN 2 Kota Jambi. “Selama lima tahun terakhir, ujian berbasis Android bukan lagi hal baru bagi kami. Namun setiap tahun kami selalu melakukan penyempurnaan, termasuk dengan simulasi ini agar seluruh proses tetap berjalan optimal,” ujar Gupia.
Puncak kegiatan akan tiba pada 26 November 2025, ketika PAS Ganjil resmi digelar dan berlangsung hingga 6 Desember 2025. Dengan simulasi yang matang dan sistem yang teruji, MAN 2 Kota Jambi kembali membuktikan diri sebagai madrasah yang tidak sekadar mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga memimpin langkah dalam menghadirkan pendidikan berbasis teknologi yang inovatif, ramah lingkungan, dan berintegritas tinggi. (AA-HUMAS)
|
66x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kota Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...