
Jambi — Kegiatan yasinan rutin yang digelar di lingkungan MAN 2 Kota Jambi berlangsung khidmat dan menggugah semangat. Dalam sambutannya, Kepala Madrasah (Kamad), Andi Asfiron, menegaskan pesan penting untuk menjalin hubungan baik antara siswa, keluarga, dan lingkungan madrasah. Lebih dari itu, ditegaskan pula bahwa demi menegakkan kedisiplinan dan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, pihak sekolah akan mematuhi aturan dari Pemerintah Kota Jambi (Pemkot Jambi) yang melarang remaja berkeliaran melewati jam 22.00 WIB — dan bila siswa MAN 2 tersangkut pelanggaran, maka tanggung jawab tidak lagi berada pada madrasah.
Dalam suasana yang penuh refleksi, Kamad menyampaikan pesan moral yang membawa imbauan serius: “Siswa MAN 2 Kota Jambi agar menjalin hubungan yang baik dalam lingkungan madrasah dan keluarga. Pemkot Jambi sudah mengeluarkan Perda untuk menghimbau agar remaja tidak berkeliaran lewat jam 22.00 WIB, kalau sempat ada MAN 2 Kota Jambi tertangkap, pihak madrasah tidak bertanggung jawab.”
Selain itu, Kamad menekankan pula dua pilar yang harus dibudayakan oleh seluruh warga madrasah: kebersihan lingkungan dan peningkatan kedisiplinan belajar. “Saya menghimbau untuk selalu membudayakan kebersihan lingkungan. Dan kedisiplinan belajar harus ditingkatkan,” ujarnya dengan tegas.
Pesan ini disampaikan dalam konteks kondisi sosial yang menuntut respons sekolah terhadap fenomena remaja yang sering berkeliaran di malam hari, sekaligus sebagai bagian dari upaya penguatan karakter dan tata nilai di lingkungan pendidikan. Dengan menempatkan kedisiplinan dan kebersihan sebagai fondasi, sekolah berharap dapat menjawab persoalan kualitas pendidikan, penguatan literasi, hingga pendidikan karakter yang kerap menjadi sorotan dalam diskusi nasional.
Melalui kegiatan rutin yasinan, MAN 2 Kota Jambi menunjukkan bahwa pembinaan spiritual tidak hanya soal ritual semata, tetapi juga momen strategis untuk menanamkan komitmen terhadap norma sosial, disiplin, dan tanggung-jawab. Dengan begitu, siswa diharapkan tidak hanya unggul secara akademik, namun juga menjadi generasi muda yang taat aturan, peduli lingkungan, dan beradab.
Agar pesan ini betul-betul berdampak, diperlukan dukungan dari semua pihak: orang tua, guru, pengasuh, hingga pemerintah daerah. Bila semua bergerak bersama, maka visi menciptakan “madrasah unggul, lingkungan bersih, generasi disiplin” bukan hanya slogan kosong, melainkan realitas yang bisa diraih oleh MAN 2 Kota Jambi.
Dengan demikian, kampanye disiplin malam, kebersihan lingkungan, dan hubungan harmonis antara madrasah-keluarga menjadi semacam panggilan kolektif. Dan bila siswa mampu menjiwai pesan ini, maka bukan hanya madrasah yang terbina, melainkan kehidupan sosial di Kota Jambi akan ikut terangkat — akhir cerita yang diharapkan bukan sekadar tertangkap pelanggaran, tetapi menciptakan generasi muda yang bermartabat, bertanggung-jawab, dan bersih hatinya. (AA-HUMAS)
|
72x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kota Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...