
Kota Jambi - Program Guru Asuh Kelas Excellent MAN 2 Kota Jambi kembali berjalan pada Sabtu, 8 November 2025, sebagai bagian dari agenda rutin pendampingan siswa unggulan. Program ini merupakan tindak lanjut dari sistem pembinaan yang sebelumnya telah ditetapkan, di mana siswa kelas Excellent mendapatkan bimbingan akademik, kedisiplinan, dan pengembangan karakter melalui pertemuan khusus bersama guru asuh masing-masing. Model pengasuhan ini telah menjadi salah satu ciri khas kelas Excellent MAN 2 Kota Jambi dalam memastikan siswa memiliki arah belajar yang kuat dan konsisten.
Pada pertemuan kali ini, salah satu guru yang memimpin kelas pengasuhan ialah Syafira, S.Pd., guru mata pelajaran Kimia yang menjadi guru asuh bagi salah satu rombongan belajar Excellent. Dalam sesi tersebut, Miss Syafira mengajak siswa membahas tiga fokus utama: pembangunan kualitas penulisan Karya Tulis Ilmiah (KTI), evaluasi kedisiplinan, dan identifikasi kendala belajar yang muncul sepanjang proses pembelajaran.
Dalam pemaparannya, Miss Syafira menekankan kembali bahwa Karya Tulis Ilmiah bukan sekadar tugas wajib kelas Excellent, tetapi sarana penting untuk menanamkan keterampilan berpikir ilmiah sejak dini. “KTI itu latihan membiasakan diri dengan pola pikir analitis. Kalian bukan hanya menulis, tetapi mempelajari bagaimana menyusun argumen, mencari data, dan mempertanggungjawabkan gagasan,” jelasnya kepada siswa.
Sesi pengasuhan juga difokuskan pada pembahasan kedisiplinan, yang menjadi pilar penting dalam pengelolaan kelas unggulan. Miss Syafira mengingatkan siswa mengenai konsistensi kehadiran, ketepatan waktu mengumpulkan tugas, serta sikap proaktif saat mengikuti pembelajaran. “Kedisiplinan itu bukan soal menuruti aturan, tetapi latihan membangun karakter. Di kelas Excellent, disiplin adalah pembeda utama antara siswa yang mampu berkembang dan yang tertinggal,” ujarnya.
Selain aspek akademik, Miss Syafira memberikan ruang refleksi bagi siswa untuk mengungkapkan kendala dan tekanan selama mengikuti pembelajaran, termasuk kesulitan memahami materi, keseimbangan antara tugas dan aktivitas pribadi, hingga rasa jenuh. Dalam suasana diskusi yang terbuka, beberapa siswa menyampaikan pengalaman mereka dan mendapatkan saran langsung dari guru asuh. Sesi ini digagas sebagai bentuk pembinaan emosional agar siswa memiliki sistem dukungan yang memadai selama menempuh program kelas unggulan.
Program pengasuhan ini juga mendapatkan tanggapan positif dari siswa. Seorang siswa Excellent mengungkapkan bahwa keberadaan guru asuh sangat membantu mereka tetap terarah. “Kalau kelas pengasuhan tidak ada, mungkin kami sering bingung mengatur tugas dan target. Setelah dijelaskan Bu Syafira, kami jadi tahu langkah apa yang harus dilakukan,” tutur salah satu siswa. Siswa lainnya menambahkan, “Kelas pengasuhan membuat kami merasa diperhatikan. Guru asuh seperti tempat kami cerita kalau ada kesulitan belajar. Rasanya lebih tenang karena ada yang memantau perkembangan kami.”
Melalui kegiatan ini, MAN 2 Kota Jambi kembali menegaskan bahwa pembinaan siswa Excellent tidak hanya bertumpu pada capaian akademik, tetapi juga pada aspek karakter, kedisiplinan, dan ketahanan mental. Kehadiran guru asuh seperti Syafira, S.Pd., menjadi elemen penting dalam memastikan setiap siswa memiliki lingkungan belajar yang stabil, terarah, dan suportif. Program pengasuhan ini diharapkan mampu terus menjadi pondasi kuat bagi pengembangan siswa unggulan MAN 2 Kota Jambi di masa depan. (HT-Humas)
|
89x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kota Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...