
MAN 2 Kota Jambi - Di balik kesibukan menjelang babak final Olimpiade Bahasa Arab (OBA) 2025 tingkat nasional, nama Mutammimah, S.Pd. mencuri perhatian sebagai salah satu sosok penting di MAN 2 Kota Jambi. Guru bahasa Arab ini menjadi penggerak utama di balik persiapan dua siswanya, Sabrina Permata Ichsan dan Hilal Abiyu Rus’an, yang berhasil melaju hingga ke ajang nasional.
Sejak awal seleksi di tingkat kabupaten, provinsi, hingga kini menuju babak final di Jakarta, Mutammimah dikenal tekun dan disiplin dalam mendampingi para peserta didiknya. Setiap hari, ia meluangkan waktu khusus untuk menggelar bimbingan intensif, memadukan pendekatan akademis dan praktik analitis terhadap bahasa Arab.
“Pendekatan yang saya gunakan bukan hanya hafalan atau teori kaidah, tapi latihan berbasis pemahaman teks dan kemampuan berpikir dalam bahasa Arab,” ujar Mutammimah saat ditemui di ruang bimbingan MAN 2 Kota Jambi, Senin (10/11/2025).
Dalam bimbingan tersebut, Mutammimah menyiapkan materi komprehensif yang mencakup pemahaman wacana, analisis gramatikal (nahwu dan sharaf), penguasaan kosakata, serta keterampilan menafsirkan konteks bacaan. Para peserta didik dilatih untuk tidak sekadar menjawab soal, tetapi juga memahami makna di balik struktur kalimat dan gaya bahasa yang digunakan dalam teks Arab modern.
Ia juga menerapkan metode pembelajaran berbasis kasus (contextual reading) yang menuntut peserta berpikir kritis terhadap makna kata dan pesan tersirat dalam teks. Menurut Mutammimah, hal itu penting karena format OBA tingkat nasional tidak hanya menguji teori kebahasaan, tetapi juga kemampuan analitis peserta dalam memahami bahasa sebagai media komunikasi ilmiah dan budaya.
“Setiap sesi bimbingan kami buat menyerupai suasana kompetisi. Ada simulasi waktu, pembahasan soal setingkat nasional, serta latihan menjelaskan makna teks secara lisan,” ungkapnya.
Ketekunan Mutammimah terlihat dari caranya memantau perkembangan anak didiknya. Ia mencatat setiap kemajuan dan kelemahan untuk dievaluasi di akhir sesi. Dari hasil pengamatannya, baik Sabrina maupun Hilal menunjukkan peningkatan signifikan, terutama dalam kecepatan membaca teks dan ketepatan memahami struktur kalimat yang kompleks.
“Progres mereka sangat baik. Hilal lebih kuat di aspek struktur bahasa, sementara Sabrina unggul dalam memahami makna konteks wacana. Kombinasi ini menjadi kekuatan tim kami,” tuturnya.
Mutammimah menyadari bahwa menuju final nasional bukan perkara mudah. Persaingan akan datang dari madrasah terbaik se-Indonesia. Namun, baginya, hasil bukan satu-satunya tujuan utama. Yang lebih penting adalah proses belajar yang membentuk karakter berpikir kritis dan mencintai bahasa Arab sebagai bagian dari keilmuan Islam.
“Bahasa Arab bukan sekadar pelajaran, tapi pintu untuk memahami ilmu, budaya, dan nilai-nilai Islam yang mendalam. Saya ingin mereka merasakan itu,” kata Mutammimah dengan nada tenang namun penuh keyakinan.
Dedikasi Mutammimah dalam membimbing siswanya tidak hanya mencerminkan tanggung jawab seorang guru, tetapi juga semangat untuk melahirkan generasi muda madrasah yang unggul dalam bidang kebahasaan. Di tangannya, pembinaan menuju OBA nasional bukan sekadar persiapan lomba, tetapi sebuah perjalanan intelektual yang menanamkan rasa bangga terhadap bahasa Arab di hati para peserta didiknya.(AA-Humas)
|
62x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kota Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...