
Jambi – Dalam suasana penuh semangat dan kekeluargaan, Ali Imron, pembina sekaligus pelatih utama Kafilah MAN 2 Kota Jambi, menyampaikan pesan mendalam menjelang keberangkatan timnya menuju ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Provinsi ke-54 di Kabupaten Muaro Jambi. Pesan itu bukan sekadar nasihat biasa, melainkan refleksi dari perjalanan panjang para peserta yang selama ini ditempa dengan nilai-nilai keislaman, kedisiplinan, dan cinta terhadap Al-Qur’an.
Ali Imron mengingatkan bahwa di balik gemerlap kompetisi dan semangat meraih prestasi, terdapat nilai yang jauh lebih berharga untuk dijaga, yaitu etika dan akhlak Al-Qur’an. “Anak-anak harus selalu ingat, tujuan utama kita bukan sekadar menang. Tapi bagaimana kita bisa mencerminkan akhlak Al-Qur’an dalam setiap langkah, ucapan, dan perilaku, baik di arena lomba maupun di luar itu,” ujarnya dengan nada lembut namun tegas.
Ia menegaskan, MTQ bukan hanya ajang menunjukkan kemampuan membaca, menafsir, atau menghafal ayat suci, tetapi juga wadah untuk menguji sejauh mana nilai-nilai Al-Qur’an benar-benar hidup dalam diri para peserta. “Kita berkompetisi dalam bingkai persaudaraan. Jangan pernah biarkan semangat bersaing mengalahkan ukhuwah. Kita ini satu keluarga besar, dan ukhuwah harus tetap nomor satu,” tambahnya.
Pesan tersebut menjadi penting karena tim kafilah MAN 2 Kota Jambi tahun ini tidak hanya beranggotakan siswa-siswi aktif, tetapi juga beberapa alumni yang turut memperkuat barisan dalam cabang-cabang lomba seperti tilawah, syarhil, fahmil, dan hifzil. Kehadiran para alumni membawa warna tersendiri, memperkuat rasa kebersamaan lintas angkatan yang sudah lama menjadi ciri khas madrasah tersebut.
“Alumni dan adik kelasnya mungkin nanti akan bertemu di arena lomba, tapi mereka tetap bersaudara. Mereka membawa nama yang sama, semangat yang sama, dan nilai yang sama, yaitu nilai Al-Qur’an. Kalau pun hasilnya nanti berbeda, tetaplah saling menghargai, karena kemenangan sejati adalah ketika kita bisa menjaga hati,” tutur Ali Imron.
Di bawah bimbingannya, tim kafilah MAN 2 Kota Jambi menjalani persiapan intensif beberapa minggu terakhir. Latihan tidak hanya berfokus pada teknik vokal, penguasaan materi, dan keindahan penyampaian, tetapi juga pada penguatan spiritual dan kebersamaan. Setiap sesi latihan dibuka dengan tilawah dan diakhiri dengan refleksi nilai-nilai yang terkandung dalam ayat-ayat yang mereka pelajari.
Ali Imron dikenal bukan hanya sebagai pelatih yang berpengalaman, tetapi juga sebagai sosok yang menanamkan nilai-nilai moral di setiap kesempatan. Ia percaya bahwa kekuatan utama sebuah kafilah bukan semata pada kemampuan teknis, melainkan pada kekompakan dan kesucian niat. “Saya ingin anak-anak paham, lomba ini bukan sekadar ajang gengsi, tapi sarana mendekatkan diri kepada Allah melalui Al-Qur’an,” ungkapnya.
Kafilah MAN 2 Kota Jambi sendiri dikenal sebagai salah satu tim yang konsisten menorehkan prestasi di berbagai ajang MTQ, baik tingkat kota maupun provinsi. Namun, di balik torehan prestasi itu, ada satu hal yang selalu dijaga: karakter Qur’ani yang melekat pada setiap anggota.
Menutup pesannya, Ali Imron berharap seluruh peserta tetap rendah hati dan membawa nama madrasah dengan penuh tanggung jawab. “Ingat, di mana pun kalian berada, kalian membawa nama MAN 2 Kota Jambi dan juga membawa cahaya Al-Qur’an. Jaga akhlak, jaga ukhuwah, dan insyaallah keberkahan akan selalu menyertai,” tuturnya.
Pesan itu disambut dengan khidmat oleh seluruh anggota kafilah. Bagi mereka, kata-kata Ali Imron bukan sekadar arahan seorang pelatih, melainkan amanah seorang guru yang telah menanamkan nilai-nilai kehidupan — bahwa kemenangan sejati tidak diukur dari piala, melainkan dari seberapa dalam Al-Qur’an hidup di dalam hati.(AA-Humas)
|
75x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kota Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...