
Senin (29/10), civitas academica MAN 2 Kota Jambi, memperingati 90 tahun Sumpah Pemuda. Sumpah yang diikrarkan perwakilan pemuda seluruh nusantara pada 28 Oktober 1928 itu, secara nyata telah mempersatukan pemuda-pemudi Indonesia sehingga memiliki visi-misi yang sama untuk negeri yang masa itu belum merdeka. Visi-misi sebagai pemuda yang memiliki tanah air, bangsa dan bahasa yang satu, yaitu INDONESIA.
Dalam sambutannya, Kepala MAN 2 Kota Jambi menyatakan bahwa Sumpah Pemuda memiliki peranan yang sangat signifikan sebagai salah satu tonggak awal pemersatu bangsa. Dicontohkannya dengan satu ilustrasi, seandainya belum ada bahasa baku dan standar yang mempersatukan, tentu persepsi para penutur bahasa akan berbeda karena mengacu pada bahasa ibu yang juga berbeda. Contoh kata ‘pacul’, memiliki arti berbeda bagi para penutur di Jawa dan Sumatera. Bagi masyarakat Jawa, ‘pacul’ berarti alat bertani yaitu cangkul, sementara bagi masyarakat Sumatera, ‘pacul’ berarti ‘copot’. Apa jadinya jika tidak ada Bahasa Indonesia, ketika seorang dari Sumatera, meminta seorang Jawa untuk ‘memaculi’ bendera?? Pendek kata, bermula dari Sumpah Pemuda lah, kesatuan dan persatuan Indonesia.
Dalam kesempatan peringatan Sumpah Pemuda yang berbarengan dengan upacara rutin senin setiap pekan itu, Kepala MAN 2 kota Jambi juga menyampaikan penghargaan kepada Sayyidah Ahl Al-Bayt yang pada sabtu (27/10) memperoleh penghargaan juara 2 pada Olimpiade Bahasa Inggris yang diselenggarakan Lembaga Pengurus Asrama Ma’had Al-Jam’iyah (La-PASMA) UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. Penghargaan ini seakan menggenapi lagi jumlah penghargaan dan piala-piala yang telah diperoleh rekan-rekannya pada bulan ini. Jayalah MAN 2 Kota Jambo! (awm/humas)
|
1011x
Dibaca |
Untuk Wilayah Kota Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...