
Kota Jambi - Hubungan wali kelas dengan peserta didik sering kali dipahami sebatas urusan akademik di dalam kelas. Namun, bagi siswa-siswi XII IIS 2 MAN 2 Kota Jambi, relasi itu telah tumbuh jauh lebih luas. Kedekatan mereka dengan wali kelas, Amat Ariyadi, menjadi contoh bahwa pendidikan tidak hanya menyentuh aspek pengetahuan, tetapi juga perhatian, empati, dan kebersamaan yang dibangun melalui interaksi di luar jam belajar.
Hal ini tampak jelas pada Sabtu malam kemarin, ketika mereka mengadakan kegiatan silaturahmi di luar madrasah. Suasana hangat terlihat dari sejak awal kegiatan. Para siswa duduk bersama, bercengkerama, bercerita tentang rencana masa depan, hingga berbagi pengalaman terkait kegiatan sekolah. Amat Ariyadi hadir di tengah mereka, bukan dengan jarak seorang guru melainkan sebagai pembimbing yang mendengarkan, menanggapi, dan memahami berbagai dinamika yang dialami anak didiknya.
Canda ringan dan obrolan santai yang tercipta pada malam itu membuat kebersamaan semakin terasa natural. Beberapa siswa mengungkapkan bahwa momen-momen seperti ini membuat mereka merasa lebih dihargai, didengar, dan dianggap sebagai pribadi yang sedang bertumbuh. Interaksi semacam ini tidak hanya memperkuat hubungan guru dan siswa, tetapi juga membangun kepercayaan, yang selama ini menjadi kunci kekompakan XII IIS 2.
Di samping kedekatan emosional itu, tanggung jawab akademik tetap menjadi perhatian utama. Amat Ariyadi dikenal aktif memantau perkembangan belajar siswa, termasuk dalam proses pengambilan video tugas praktik Pendidikan Kewarganegaraan (PKN). Ia memastikan bahwa setiap siswa memahami instruksi, menyiapkan konsep dengan benar, serta mampu menyampaikan materi secara baik dalam video tersebut. Dengan pendampingan langsung itu, siswa merasa lebih percaya diri dan berusaha maksimal untuk menghasilkan tugas yang berkualitas.
Ketua kelas XII IIS 2, Olza Tri Kurniawan, menyampaikan bahwa sosok wali kelas mereka bukan hanya pembimbing, tetapi juga inspirasi bagi teman-teman sekelas. "Kami nyaman berdiskusi dan tidak sungkan bercerita. Pak Amat selalu siap membantu, baik soal pelajaran maupun hal-hal lain," ungkapnya.
Kelas XII IIS 2 pun dikenal kompak. Setiap kegiatan, baik di madrasah maupun di luar, selalu diwarnai antusiasme dan dukungan antar sesama. Mereka tidak hanya dipersatukan oleh kewajiban belajar, tetapi juga oleh atmosfer kekeluargaan yang perlahan terbentuk. Kedekatan ini menjadi modal besar dalam menghadapi masa-masa penting menjelang kelulusan.
Kisah ini menunjukkan bahwa pendidikan yang ideal bukan hanya tentang transfer ilmu, melainkan juga membangun relasi positif yang membentuk karakter dan kepercayaan diri siswa. Di MAN 2 Kota Jambi, hubungan hangat seperti yang terjalin di XII IIS 2 menjadi warna tersendiri, sebuah gambaran bahwa madrasah tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang tumbuh yang penuh kepedulian dan kebersamaan.(AA_-Humas)
|
103x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kota Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...