
JAMBI – Belajar tentang data ternyata bisa seseru ini. Aula MAN 2 Kota Jambi pada Rabu (29/10/2025) berubah menjadi ruang penuh semangat dan tawa saat ratusan pelajar mengikuti kegiatan Statistics Meet Students bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi. Tidak hanya bicara angka dan grafik, kegiatan ini mengajak siswa mengenal dunia statistik dengan cara yang menyenangkan dan inspiratif.
Dalam rangka Gerakan Literasi Statistik Nasional, kegiatan tersebut menghadirkan tiga agenda utama yang sarat manfaat: Sosialisasi Statistik untuk Pelajar, Sosialisasi Sensus Ekonomi 2026, dan Sosialisasi Sekolah Ikatan Dinas Politeknik Statistika STIS. Para narasumber muda BPS tampil bergantian membawakan materi dengan gaya interaktif dan bahasa yang mudah dipahami — membuat statistik terasa hidup di tengah-tengah siswa.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Eko Libri Ardi, Kepala Bagian Umum BPS Provinsi Jambi. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya membangun budaya literasi data sejak usia sekolah.
“Data bukan sekadar angka, tapi sumber ilmu dan dasar pengambilan keputusan. Saya berharap adik-adik tidak hanya menjadi pengguna data, tetapi juga penyebar literasi statistik di lingkungan sekolah dan masyarakat,†ujar Eko Libri Ardi.
Ia juga berpesan agar para pelajar terus belajar dan berani menyebarkan ilmu yang mereka peroleh. Menurutnya, masa depan Indonesia akan sangat bergantung pada generasi muda yang mampu berpikir berbasis data dan fakta.
Sesi pertama diisi oleh Kak Oemar Syarief Wibisono dengan materi Sosialisasi Statistik untuk Pelajar. Ia membawa suasana menjadi cair dan penuh interaksi. Lewat contoh-contoh sederhana — dari tren media sosial, belanja daring, hingga survei kecil di kelas — ia menunjukkan bahwa statistik tidaklah kaku dan membosankan.
“Statistik itu hidup di sekitar kita. Kalau kalian tahu cara membaca data, maka kalian punya kekuatan untuk memahami dunia lebih dalam,†ujarnya yang disambut tepuk tangan meriah.
Sesi berikutnya menghadirkan Kak Aida Devanty Putri yang membawakan Sosialisasi Sensus Ekonomi 2026. Ia menjelaskan bahwa sensus ini merupakan agenda nasional penting untuk memetakan kondisi ekonomi Indonesia, mulai dari usaha kecil hingga korporasi besar. Dengan gaya santai dan komunikatif, Aida mengajak pelajar untuk menjadi generasi yang melek data ekonomi dan paham bagaimana hasil sensus digunakan pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan.
Materi terakhir dibawakan oleh Kak Darmawan, yang memperkenalkan Politeknik Statistika STIS. Ia memaparkan peluang kuliah kedinasan di bawah naungan BPS tersebut, lengkap dengan skema beasiswa penuh, jalur seleksi, serta prospek karier yang menjanjikan.
“STIS bukan hanya tempat kuliah, tapi tempat menempa diri menjadi pelayan publik yang mengolah data untuk kepentingan negara,†jelasnya memotivasi.
Kegiatan yang berlangsung hangat ini mendapat sambutan positif dari para siswa MAN 2 Kota Jambi. Banyak di antara mereka yang terinspirasi untuk menekuni bidang statistik atau bercita-cita menjadi bagian dari BPS di masa depan.
Di penghujung acara, Kepala MAN 2 Kota Jambi, Andi Asfiron, S.Pd.I., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BPS Provinsi Jambi.
“Kami sangat berterima kasih atas kegiatan yang luar biasa ini. Melalui sosialisasi ini, siswa kami tidak hanya belajar tentang statistik, tapi juga memahami bagaimana data dapat mengubah cara berpikir dan mengambil keputusan,†ujarnya.
Acara ditutup dengan foto bersama penuh keceriaan. Dari wajah-wajah muda itu, tampak semangat baru tumbuh — semangat untuk menjadi generasi yang melek data, cerdas menganalisis, dan siap berkontribusi untuk Indonesia berbasis statistik.(AA-Humas
|
445x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kota Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...